Suara.com - Tak perlu menjadi selebriti atau selebgram untuk menjadi seorang influencer. Menurut Puteri Indonesia Lingkungan 2020 Putu Ayu Saraswati, siapapun kini bisa menjadi influencer, dengan menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk-produk lokal, termasuk produk berbasis kebudayaan seperti kain batik.
"Dimulai dari apa yang kita kenakan, lakukan, dan unggah sehari-hari. Kita punya kekuatan untuk mengubah hidup orang lain. Jangan malu gunakan media sosial untuk mempromosikan produk lokal di Indonesia. Promosikan dan banggalah dengan kain-kain dan produk kebudayaan Indonesia," kata wanita yang akrab disapa Ayusa itu dalam diskusi virtual DANA Connect "Akselerasi Digital untuk Kemajuan Batik dan Industri Budaya Indonesia", Jumat (8/10/2021).
Di saat ini, menurut Ayusa, media sosial membuat segala sesuatu menjadi mudah untuk viral, sehingga sangat bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan produk-produk lokal, termasuk kain tradisional.
"Saya yakin teman-teman tahu begitu besarnya dampak media sosial yang sangat mudah membuat sesuatu menjadi viral. Sayangnya, yang selalu viral itu adalah hal-hal yang tidak perlu kita kasih panggung," ujar Ayusa.
Padahal, kata Ayusa, Indonesia memiliki produk budaya yang sangat kaya dan sangat disukai oleh orang-orang di mancanegara. Namun, masyarakat Indonesia kadang-kadang tidak menyadari potensi tersebut.
"Setiap saya ikut di satu kegiatan, saya mengenakan baju atau kostum yang berbeda. Mereka semua bingung, kok, Indonesia produk budayanya banyak sekali. Mereka selalu ingin tahu cerita di balik kain yang saya pakai. Tapi orang Indonesia sendiri kadang tidak sadar," tutur Ayusa.
"Jangan karena kita begitu sering melihat produk-produk budaya di Indonesia sehari-hari, kita jadi lupa mengapresiasi atau enggan untuk mengenakan dan mempromosikannya," tambahnya.
Dengan membeli dan mempromosikan produk lokal berbasis kebudayaan melalui media sosial, Ayusa mengatakan hal tersebut akan sangat menyokong ekonomi masyarakat Indonesia.
"Karena kan datangnya dari berbagai penjuru Indonesia. Satu produk saja mungkin ada beberapa kepala yang terlibat dalam pembuatannya. Jadi kita membeli dan mempromosikan, kita mengambil bagian dalam memberikan dukungan finansial, moral, dan pelestarian budaya," ujar Ayusa, seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga: Beragam dan Elegan, Produk Lokal dari Para Perajin Kaltim Tak Kalah Menarik
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja
-
Menjangkau Pegunungan Toraja, Mantri BRI Layani Hingga Pelosok
-
Kura-Kura Pakai Kostum Beruang? Ini Keseruan Buku Bob Shea
-
Semangat dan Dedikasi Mantri BRI Hadirkan Akses Perbankan bagi Masyarakat Pegunungan Toraja Utara
-
Operasi Senyap KPK di Bengkulu, Barang Bukti Dibawa Lewat Jalur VVIP
-
Ketika Jabatan Dipandang sebagai Kekuasaan, Bukan Kepemimpinan
-
GEMPAR di Pasar Kebonagung Sukses Digelar, Gamelan hingga Tarian Meriahkan Suasana
-
Samsung Galaxy Foldable 8 Hadir, Pre-Order Lebih Hemat Pakai Kartu Kredit BRI
-
3 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Kaki Lebar, Aman buat Daily Training
-
4 Shio yang Beruntung Hari Ini 26 Juli 2026, Ada Naga hingga Kerbau