Suara.com - Teh memang baik untuk kesehatan karena mengandung antioksidan yang disebut katekin. Tapi Anda juga perlu waspada mengenai adanya air berwarna teh, yang terbukti tidak memiliki manfaat kesehatan.
Ini terjadi apabila kandungan antioksidan katekin sudah hilang dari dalam teh karena sudah teroksidasi atau terpapar oleh udara yang mengandung oksidan.
Itulah kenapa menurut Peneliti Teh, Profesor dr. Dede Kusumana, jangan membiarkan teh terlalu lama setelah diseduh dengan air panas, karena teh memiliki waktu terbaik untuk diminum agar mendapat manfaatnya.
"Minum teh supaya katekinnya masih ada, sambil menunggu panasnya hilang, mungkin 15 sampai 20 menit. Kalau teh sudah satu jam katekinnya bakal turun," ujar Profesor Dede dalam acara diskusi Teh 63, Selasa (12/10/2021).
Katekin adalah kandungan antioksidan alami yang ada di dalam teh. Katekin juga merupakan salah satu turunan poliphenol yang memiliki khasiat antioksidan tinggi, yang punya beragam manfaat kesehatan.
Selaiknya antioksidan pada sayur dan buah, yang akan mudah teroksidasi oleh udara yang mengandung oksidan atau zat di udara yang merusak tubuh.
Sehingga sayur, buah dan termasuk juga teh tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena manfaat untuk kesehatan manfaatnya akan hilang, dan hanya sekedar menjadi air berwarna teh.
"Jadi banyak tuh direstoran air teh dibiarkan berlama-lama di teko, itu cuma air berwarna teh jadinya, tapi antioksidannya sudah hilang," ungkap Profesor Dede.
Profesor yang juga ahli penyakit jantung koroner dan stroke itu menerangkan, ada baiknya teh diminum tiga kali sehari, dengan porsi masing-masing 200 mililiter.
Baca Juga: Sama-sama Mengandung Kafein, Lebih Baik Mana Kopi atau Teh?
"Sehingga sehari kita konsumsi berjumlah 600 mililiter. Setiap sebelum makan dikonsumsi 200 mililiter. Atau bagi mereka yang perutnya tidak kuat bisa dikonsumsi setelah makan," pungkas Profesor Dede.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Apa Beda BB, CC, dan DD Cream? Ini 6 Rekomendasi Terbaik yang Layak Dicoba
-
Profil PT Yasa Artha Trimanunggal, Pemasok Motor Operasional MBG BGN
-
Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
-
5 Sunscreen di Alfamart untuk Atasi Flek Hitam, Mulai Rp20 Ribuan
-
3 Bahan Dapur Pengganti Plastik Wrap untuk Simpan Makanan agar Tetap Segar
-
Berapa Gaji SPPI Koperasi Merah Putih? Ini Link Resmi dan Syarat Pendaftarannya
-
5 Moisturizer Wardah untuk Memperbaiki Skin Barrier di Usia 30-an, Wajah Lembap Anti Ketarik
-
7 Rekomendasi Lip Tint yang Bagus dan Tahan Lama, Mampu Menutup Bibir Gelap
-
4 Lip Balm SPF 30 Terbaik, Bibir Lembap dan Terlindungi
-
PKH Tahap 2 Cair Mulai April 2026, Begini Cara Cek Bansos via Online dan Penerimanya