Suara.com - Belakangan hobi mengendarai sepeda alias gowes masih begitu diminati di sejumlah negara tak terkecuali Indonesia. Tapi tahukah Anda jika ada kota yang diklaim buruk untuk pesepeda karena sejumlah faktor?
Umumnya, para goweser (sebutan untuk para pesepeda) paling nyaman melakukan perjalanan di tempat lengang dengan ditemani udara sejuk.
Nah, tapi ternyata tidak semua negara memiliki suasana sejuk, jalanan lengang yang ramah untuk pesepeda lho.
Lalu negara mana saja ya yang dinilai kurang nyaman bagi pesepeda? Untuk lebih jelasnya simak info 5 kota yang jadi mimpi buruk bagi para pesepeda dari laman Guideku.com berikut ini:
1. Hong Kong
Ada tiga hal yang membuat Hong Kong menjadi mimpi buruk bagi para pesepeda: kepadatan kota yang begitu ekstrem, topografi kotanya, dan iklim.
Hong Kong merupakan salah satu tempat terpadat di dunia yang tak menyisakan banyak ruang di jalan. Terlebih bagi para pesepeda dan pejalan kaki.
Selain itu, jalanan kota yang berbukit-bukit membuat aktivitas bersepeda di kota ini menjelma kegiatan yang begitu menguras tenaga.
Iklim Hong Kong yang lembab dan panas juga membuat para pesepeda mudah lelah kala berkendara di kota ini.
Baca Juga: Sosok JK, Pemuda Residivis Yang Sudah Lima Kali Curi Sepeda Motor
2. Sydney, Australia
Selain kurangnya jalur bagi para pesepeda, pengamat dunia goweser menyebut kota ini membutuhkan kampanye pendidikan yang serius untuk membangun budaya ramah sepeda yang jauh lebih baik.
Sebab agaknya para pengemudi di Sydney lebih memusuhi para pesepeda dibanding para pengendara motor.
3. Delhi, India
Sebuah studi yang dirilis para peneliti dari University of Cambridge mengungkapkan bahwa mengendarai sepeda di Delhi sebaiknya dilakukan selama lima jam atau kurang dari seminggu.
Hal ini disebabkan polusi udara yang menjangkiti kota ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana