Suara.com - Selain kehidupan malamnya dan aneka pusat perbelanjaan, Hong Kong juga terkenal dengan aneka kuliner yang memanjakan lidah wisatawan lokal dan mancanegara.
Rahasia di balik kuliner Hong Kong yang menggoyang lidah, tidak lepas dari peran para koki yang punya kiat dan cara tersendiri memilih dan mengolah bahan makanan hingga menciptakan rasa yang unik.
Hal ini dibenakan Danny Yip dan Chairman, pemilik sekaligus koki restoran Kanton yang berhasil menyabit bintang satu Michelin, yang mengungkap rahasia para koki Hong Kong dalam menyajikan olahan masakan bercitarasa tinggi, sebagaimana keterangan Hong Kong Tourism Bord kepada suara.com, Kamis (14/10/2021).
1. Bahan segar di Aberdeen Seafood Market
“Ketika kita menjelajahi suatu area Hong Kong dengan berjalan kaki, kita dapat merasakan hiruk pikuk kota dan melihat apa yang ada di antara tempat-tempat wisata. Sering kali, di antaranya terdapat hidden gems yang seringkali membuat siapa saja terkesan,” ujar Danny Yip.
Yip dan Chairman mengutamakan kesegaran dari bahan-bahan lokal. Hal ini menjadi salah satu ciri khas dari masakan Kanton. Itu sebabnya Yip merekomendasikan Pasar Seafood Aberdeen sebagai perhentian pertama.
Pasar ini adalah satu-satunya pasar ikan grosir di Hong Kong yang sudah buka sebelum subuh. Mereka menjual kerapu yang baru ditangkap, kerang bambu, lobster, dan ikan laut dengan harga terjangkau.
Chairman mengirim seorang mantan nelayan ke sini setiap hari pada pukul 05:30 pagi untuk memilih langsung bahan makanan laut yang segar.
Langkah awal ini membantu mewujudkan hidangan khas Chairman, yaitu rajungan kukus dengan anggur Shaoxing tua dan minyak ayam. Mengukus adalah teknik memasak klasik ala Kanton untuk mempertahankan rasa segar kepiting.
Baca Juga: Sepinya Hong Kong saat Siaga Badai Kompasu
Untuk lebih meningkatkan kualitas hidangan, Chairman menyiapkan kaldu kerang dengan cara dikukus secara spesial untuk memberikan cita rasa umami yang lebih dalam. Idenya adalah untuk memasangkan hidangan seafood dengan seafood.
2. Rahasia saus di Kwun Tong
Di kawasan industri Kwun Tong yang terletak di area Kowloon, Yip sering mengunjungi Tai Ma Sauce Co., produsen saus yang telah berdiri selama 50 tahun yang sekarang dijalankan oleh generasi ketiga.
Tai Ma menjual berbagai macam pilihan sayuran, bumbu, dan saus, namun Yip menjatuhkan pilihan dan sangat memuji lemon Tai Ma yang diawetkan selama sepuluh tahun karena menurutnya lemon tersebut memiliki cita rasa yang tidak dapat dicapai oleh tangan seorang koki, tapi hanya bisa dijawab oleh waktu
Fermentasi lemon Tai Ma adalah bahan utama dari hidangan khas The Chairman lainnya, yaitu kerang bambu yang dikukus dengan fermentasi lemon dan campuran rempah-rempah. Rasa lemon akan menambah cita rasa umami pada kerang bambu.
“Kerang bambu memiliki tekstur kepadatan yang tinggi—hal ini akan kamu rasakan saat menggigitnya. Hanya rasa fermentasi lemon yang dapat mengimbanginya, yang bisa menyengat dan bahkan overpowering," ujar Yip.
Berita Terkait
-
Only in Hong Kong: Cara Baru Menikmati Kota yang Penuh Kontras dan Cerita
-
BNI dan PPI Hong Kong Bekali Ratusan Mahasiswa Indonesia Jelang Studi di Luar Negeri
-
Profil Joshua Baker Adik Mitchell Baker yang Bela Hong Kong, Bisa Dinaturalisasi Jadi WNI?
-
Fakta Mitchell Baker: Sang Adik Bela Hong Kong, Sama-sama Gacor Bobol Lawan
-
Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan