Di restoran yang berada di Jalan Tegal Gendu 28, Prenggan, Kotagede, Jogja ini pengunjung bisa mencicipi Lumpia Gudeg. Gudeg yang notabene terbuat dari nangka muda dijadikan isi lumpia dan disantap bersama dengan bumbu kacang atau saus tomat.
Selain gudeg, lumpia juga berisi potongan daging ayam dan telur. Tampilan yang unik dan rasanya yang legit menjadikan Lumpia Gudeng sebagai menu pembuka yang digemari wisatawan.
Restoran yang pernah menjadi Markas Tentara Republik Indonesia ini punya pelayanan unik, rijtafel service. Yakni layanan versi Belanda dengan makanan asli Indonesia yang terdiri dari aneka macam lauk pauk dan sayuran. Selain itu, terdapat berbagai varian menu sehat yang dikemas dengan perpaduan ala Jawa, Asia dan Barat.
Menuju ke Restoran Sekar Kedhaton yang buka pukul 11.00-22.00 WIB ini, hanya butuh waktu 10 menit dengan kendaraan bermotor dari pusat Kota Jogja.
4. Bale Raos
Restoran bernuansa Jawa yang terletak di Jl. Magangan Kulon No.1, Kraton, Yogyakarta ini menghidangkan makanan-makanan tradisional Jawa kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwono VII hingga X.
Semua menu didapat langsung dari juru masak Keraton Yogyakarta. Salah satunya adalah Beer Djawa, minuman yang dibuat untuk menghormati tamu Sultan yang berasal dari Eropa dan Belanda.
Ketika menjamu tamu dari Eropa, Sri Sultan HB VIII menyajikan Beer Djawa sebagai pengganti anggur yang biasa diminum oleh tamu di negara asalnya. Sebagai raja Kerajaan Mataram Islam, Sultan tidak meminum anggur beralkohol.
Resep Beer Djawa terdiri dari rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, jahe, kayu secang, daun sereh, dan perasan jeruk nipis.
Bale Raos menyajikan banyak menu sehat lain seperti Selada Huzar, yakni hidangan pembuka citarasa Eropa favorit dari Sri Sultan HB VIII. Ada juga menu Selada Djawa, Salad Ayam Kampung, Salad Mentimun dan Pecel Buah.
Bale Raos hanya berjarak 5 menit jalan kaki dari Keraton Yogyakarta. Meski sebagian besar menu yang disajikan merupakan kesukaan Raja Mataram, namun restoran ini dibuka untuk umum dan dapat dinikmati oleh wisatawan.
Baca Juga: 10 Daftar Wisata Jogja Terbaru yang Lagi Hits, Ada Heha Sky View
Berkunjung ke Kota Budaya memang menjadi pilihan tepat untuk berlibur. Meski begitu, selama masa pandemi ini, Pemerintah Kota Yogkarta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Protokol kesehatan ini telah dipatuhi oleh pelaku wisata dan juga harus dijalankan oleh wisatawan yang berkunjung.
Berita Terkait
-
Mendagri: Usulan Jadikan 1 Maret Hari Besar Nasional Akan Dibahas
-
7 Potret Najwa Shihab Liburan ke Jogja, Gengnya Bikin Minder
-
8 Tempat Wisata di Jogja Terbaik 2021, Wajib Dikunjungi Pelancong Hits
-
Meski Terkenal Murah, Hindari 5 Hal Ini Jika Ingin Hemat selama Liburan di Jogja
-
Hari Kebangkitan Nasional, Ganjar Ajak Warga Nyanyikan Indonesia Raya
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda