Suara.com - Banyak orang mendefinisikan apa itu hubungan yang bahagia. Sebagian mendefinisikan bahwa pasangan yang tidak pernah bertengkar, sementara lainnya menyebut bahwa pasangan harus memiliki banyak kesamaan.
Tapi faktanya, itu semua adalah salah kaprah. Definisi hubungan yang bahagia tidaklah sebatas itu.
Coba cek, apakah Anda juga termasuk orang yang kerap salah kaprah ketika mendefinisikan mengenai hubungan yang bahagia? Simak penjelasannya di bawah ini, sebagaimana dilansir dari Bright Side.
1. Memiliki gairah satu sama lain
Tidak semua hubungan yang bahagia dimulai dengan gairah. Karena itu, ada baiknya Anda jangan berpatokan pada gairah di awal hubungan. Untuk menjalin hubungan yang kuat, jauh lebih penting jika Anda dan pasangan bisa tertawa bersama dan saling percaya.
2. Memiliki minat yang sama
Setiap orang memiliki minat dan hobinya masing-masing. Meski Anda dan pasangan memiliki kesukaan yang berbeda, bukan berarti Anda berdua tidak akan memiliki topik menarik untuk dibicarakan. Justru, obrolan Anda akan semakin bervariasi, lho.
3. Tidak pernah bertengkar
Tahukah Anda, orang yang tidak pernah bertengkar biasanya adalah orang yang tidak peduli. Pasangan tanpa masalah biasanya sedang dalam perjalanan menuju perpisahan. Pertengkaran kecil seharusnya tidak membuat Anda khawatir. Hal ini wajar terjadi pada semua orang, kok. Dan inilah cara Anda dan pasangan belajar untuk saling memahami dengan lebih baik.
4. Mencintai keluarga dan teman pasangan
Jangan berharap pasangan Anda akan mencintai keluarga dan teman Anda tanpa syarat. Anda juga tidak harus sebegitu mencintai dan menyayangi keluarga pasangan Anda. Tak mengapa jika Anda tak begitu menyukai keluarga atau sahabat pasangan. Anda hanya perlu mengatur interaksi agar tidak ada yang tersinggung. Kuncinya adalah mengomunikasikan harapan dan batasan Anda satu sama lain.
5. Selalu menghabiskan waktu bersama
Jika Anda berpikir bahwa pasangan bahagia akan selalu bersama, itu adalah ilusi. Cepat atau lambat, setiap orang ingin menghabiskan waktu sendirian. Dalam sebuah hubungan yang harmonis, pasangan akan memahami hal ini dan dengan tenang saling memberi ruang pribadi. Anda seharusnya tidak pernah menyalahkan diri sendiri karena menginginkan waktu untuk sendiri. Istirahat dari tugas keluarga diperlukan. Itu tidak berarti bahwa Anda berhenti mencintai pasangan. Sebaliknya, itu membantu menjaga perasaan atau bahkan menghembuskan kehidupan baru ke dalam hubungan. (Maria Mery Cristin)
Baca Juga: Tingkat Libido Rendah, Cobalah Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini!
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Doa Bangun Tidur Arab, Latin, dan Artinya
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Low Watt untuk Keluarga Baru
-
Mumpung Belum Terlambat: Bacaan Niat, Syarat, dan Batas Melakukan Qadha Ganti Hutang Puasa Ramadhan
-
Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa 2026, Sambung Imlek Sampai Satu Minggu
-
Cheongsam untuk Cowok Namanya Apa? Ini Ciri-ciri Desain dan Warnanya
-
6 Rekomendasi Cheongsam Adidas untuk Tampil Keren di Imlek 2026
-
Ada Hormon Serotonin di Balik Kebahagiaan yang Muncul Saat Makan Es Krim Cokelat
-
Link Mudik Gratis BUMN 2026, Ini Syarat Pendaftaran yang Perlu Kamu Siapkan
-
Iftar di Tengah Kota: Menikmati Sensasi Brazilian BBQ dan Cita Rasa Nusantara
-
15 Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bahasa Jawa, Bisa Dibagikan ke Orang Tua