- Es krim cokelat sangat populer secara global, dengan 96% masyarakat memilihnya sebagai rasa favorit, terutama anak-anak.
- Popularitas cokelat dipengaruhi oleh senyawa kimiawi pemicu bahagia, tekstur memanjakan, dan preferensi bawaan manusia terhadap manis.
Suara.com - Di tengah teriknya iklim tropis atau sekadar sebagai penutup makan malam, es krim selalu punya tempat istimewa. Namun, di antara puluhan varian rasa yang tersedia, cokelat tetap menjadi juara tak tergantikan, khususnya bagi anak-anak.
Data global dari YouGov Omnibus mengonfirmasi dominasi ini. Sebanyak 96 persen masyarakat mengonsumsi es krim dengan rasa cokelat menempati posisi puncak sebagai favorit (14 persen), mengungguli vanila dan varian lainnya. Bahkan, survei spesifik pada anak-anak menunjukkan angka yang lebih mencolok: 90 dari 100 anak lebih memilih es krim cokelat dibandingkan dengan rasa lain.
Lantas, apa yang membuat es krim cokelat begitu digilai? Ternyata, kecintaan ini bukan sekadar soal selera lidah, melainkan respons biologis dan psikologis tubuh yang kompleks.
Mengapa Anak-Anak Tergila-gila pada Cokelat?
Secara ilmiah, perpaduan dinginnya es krim dan kayanya rasa kakao menciptakan sensasi yang sulit ditolak. Berikut adalah empat alasan utama mengapa es krim cokelat mampu memberikan efek magis bagi suasana hati, terutama pada anak-anak:
1. "Koktail" Kimiawi Pemicu Bahagia
Cokelat mengandung serangkaian senyawa psikoaktif alami, seperti anandamida, tiramina, dan feniletilamina. Senyawa-senyawa ini bekerja menstimulasi otak, menciptakan perasaan gembira, dan meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, kandungan teobromina dan kafein ringan bertindak sebagai stimulan yang "menggoda" indra perasa anak-anak, memberikan dorongan energi instan.
2. Sensasi Tekstur yang Memanjakan (Mouthfeel)
Viskositas atau kekentalan creamy dari es krim cokelat yang meleleh begitu masuk ke mulut meninggalkan sensasi kelembutan yang bertahan lama (lingering sensation). Proses lumer ini menstimulasi pusat kesenangan di otak, membuat pengalaman memakannya terasa mewah dan menenangkan.
3. Naluri Alami Sejak Lahir
Secara biologis, manusia memiliki preferensi bawaan terhadap rasa manis. Makanan pertama yang dikenal bayi adalah ASI yang memiliki rasa manis alami. Es krim cokelat, dengan kombinasi gula dan lemak susu, secara tidak sadar mereplikasi rasa nyaman tersebut, menjadikannya comfort food paling efektif.
4. Peningkat Serotonin Instan
Bagi orang dewasa maupun anak-anak, cokelat memicu pelepasan serotonin, yaitu hormon yang mengatur suasana hati. Ini menjelaskan mengapa es krim cokelat sering dianggap sebagai eliksir atau obat penawar saat seseorang merasa sedih atau stres.
Baca Juga: Pengusaha Kakao Lokal Minta Insentif ke Pemerintah, Suku Bunga Bisa Tembus 12%
Dari Preferensi Rasa Menjadi Gerakan Sosial
Memahami besarnya dampak kebahagiaan yang bisa dihasilkan oleh sepotong es krim cokelat, jenama lokal Halocoko mengubah preferensi rasa ini menjadi sebuah gerakan sosial masif.
Bertepatan dengan pertengahan Februari 2026, Halocoko mencatatkan sejarah baru di industri makanan ringan tanah air. Jenama ini resmi memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori "Pembagian Es Krim Secara Seri Terbanyak dalam Satu Tahun".
Penghargaan tersebut diserahkan pada Kamis, 12 Februari 2026, di SMPN 256 Jakarta, bertepatan dengan kegiatan sosial Berbagi Kebahagiaan di Setiap Sudut Negeri. Senior Brand Manager Halocoko, Viona, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata komitmen jenama untuk hadir lebih dekat dengan konsumen mudanya.
"Rekor MURI ini bukan sekadar capaian angka, melainkan pengakuan atas komitmen kami dalam menyebarkan kebahagiaan kepada anak-anak Indonesia. Lebih dari 1,1 juta es krim yang dibagikan sepanjang 2025 mencerminkan keseriusan kami menjadikan es krim sebagai medium kebersamaan dan semangat positif bagi generasi masa depan," ujar Viona.
Jutaan Senyuman di 39 Kota
Berita Terkait
-
7 Cokelat Lokal Indonesia yang Bisa Jadi Hadiah Valentine, Tak Kalah dari Produk Impor
-
10 Rekomendasi Hadiah Valentine Selain Cokelat dan Bunga, Lebih Unik dan Berkesan
-
10 Rekomendasi Cokelat Valentine untuk Orang Tersayang, Manis dan Spesial
-
Gak Harus Cokelat, Ini 5 Ide Kado Makanan yang Lezat dan Berkesan untuk Valentine
-
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?
-
Bolehkah Kurban 1 Ekor Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Awet Nempel di Baju meski Sudah Dicuci
-
Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional
-
5 Lip Cream Lokal Alternatif Tom Ford Liquid Lip Luxe Matte: Transferproof, Awet hingga 14 Jam
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 Dimana? Masih Jalani Hukuman di Lapas Dapat Beasiswa Magister
-
6 Basic Skincare Malam untuk Pemula, Simpel tapi Penting untuk Menjaga Kulit Tetap Sehat
-
Bedak Sudah Mengandung SPF, Perlukah Pakai Sunscreen?
-
Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran
-
4 Sunscreen Lokal Alternatif La Roche Posay Anthelios UVMune 400, Murah dan Anti White Cast