Suara.com - Tidak semua orang mudah menerima perbedaan pendapat. Terkadang, perbedaan pendapat justru memicu pertengkaran dan permusuhan yang sulit menemukan kedamaian.
Sehingga pada akhirnya saling menjauh hanya karena perbedaan pendapat. Tapi perlu diingat lagi, bahwa setiap manusia yang hidup memiliki perbedaan masing-masing.
Begitu juga perbedaan pendapat dan perbedaan prinsip, di mana sangat penting untuk menerima dan saling menghargai.
Meski sangat sulit menerima perbedaan pendapat, lalu bagaimana caranya agar tidak memicu pertengkaran? Menjawab pertanyaan tersebut, ini telah diungkap oleh Inner Strenght & Parenting Lia, S.Psi.
“Perbedaan pendapat seperti toleransi misalnya, kita perlu belajar bagaimana cara menerimanya. Walaupun perbedaan pendapat bikin kita kesel, tapi kita perlu biarin aja meski kita berbeda-beda,” ungkap Lia dalam acara webinar bertema Your Positive Self, Selasa (16/11/2021).
Ketika kekesalan bisa terjadi pada seseorang yang sulit menerima pendapat, kadang bisa menjadikan seseorang berakhir egois. Di mana ketika pendapatnya ingin diterima dan didengarkan, tetapi sebaliknya tidak bisa mendengar dan menerima pendapat orang lain.
Hal ini akan berdampak pada permusuhan, bahkan rasa egoisnya tersebut akan menjadi manusia yang merasa paling benar sendiri. Dan pada akhirnya, seseorang akan sulit menerima sebuah perbedaan.
“Kadang kita mau pendapat kita didengar orang lain, tapi sebaliknya malah nggak diterima dan mau saling mendengar. Karena itu, kita perlu gali untuk menemukan cara dalam menerima perbedaan pendapat,” lanjut Lia.
Selain itu, Lia juga mengungkapkan, dengan perbedaan pendapat tentu seseorang akan menjadi pribadi yang positif. Salah satunya jika seseorang mampu menerima perbedaan dan mau saling menerima pendapat orang lain.
Baca Juga: Konflik Tanah, DPR Minta Pihak Terkait Dihadirkan di Rapat Komisi II
“Dengan menemukan cara menerima perbedaan pendapat, seseorang akan mudah menghadapinya. Tentu dengan cara-cara yang positif,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Cara Orang Indonesia Pilih Dompet Digital 2026: Tertarik Promo, Tapi Keamanan Jadi Penentu
-
Bolehkah Minum Kopi saat Sahur Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter Tirta
-
Lupa Baca Niat tapi Makan Sahur, Apakah Puasa Tetap Sah?
-
Arya Iwantoro Kerja Apa di Inggris? Terancam Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
5 Rekomendasi Baju Lebaran Model Cheongsam untuk Tampil Elegan, Mulai Rp200 Ribuan
-
Berapa Miliar Dana Beasiswa yang Harus Dikembalian Suami Dwi Sasetyaningtyas? Ini Kata Bos LPDP
-
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
-
5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
-
Alumni LPDP Tinggal di Luar Negeri Maksimal Berapa Lama? Ini Sanksi Jika Tak Kunjung Pulang
-
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan