Suara.com - Malam Budaya yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Buenos Aires dimaksudkan agar warga Argentina dapat mengenal lebih dekat budaya Indonesia, kata Duta Besar RI Niniek Kun Naryatie.
“Malam Budaya diadakan agar masyarakat internasional, melalui perwakilan diplomatiknya masing-masing, dan warga Argentina, dapat mengenal lebih dekat budaya Indonesia, apalagi, Indonesia adalah negara yang memiliki beragam budaya yang unik, indah dan kaya,” kata Niniek dalam keterangan tertulis, dikutip dari ANTARA.
Acara itu memeriahkan resepsi diplomatik pertama yang diselenggarakan KBRI Buenos Aires selama pandemi dan digelar untuk merayakan 65 tahun hubungan diplomatik RI-Argentina dan HUT Kemerdekaan ke-76 RI.
Menurut keterangan KBRI, Malam Budaya yang digelar di Teatro del Globo itu memukau sekitar 200 korps diplomatik dan warga Argentina dari berbagai latar belakang.
Aturan pemerintah setempat, yang mengizinkan kegiatan teater berlangsung dengan kapasitas 100 persen, membuat acara itu dapat digelar secara meriah.
Sejumlah pertunjukan budaya Indonesia ditampilkan dalam acara itu, di antaranya tari Leak dari Bali, tari Padangulan dari Banyuwangi, dan tari Lenggang Nyai dari Jakarta.
Pembawa tari-tarian adalah para staf KBRI dan keluarganya, serta warga setempat yang dilatih khusus oleh pelatih tari Alexander Riyanto.
Acara itu juga dimeriahkan oleh penampilan kelompok musik gamelan Sang Bagaskara, suguhan utama di Malam Budaya, yang memainkan sejumlah lagu tradisional Indonesia.
Natalia Ramirez Franco malam itu menjadi sinden. Natalia adalah gadis Argentina yang belajar sinden secara intensif selama dua tahun terakhir.
Baca Juga: Ritual Tari Ngalage, Tari Perayaan Gerakan Tanam Padi Baduy
Untuk mengenalkan keragaman budaya Indonesia, KBRI juga mengajak diaspora dan sahabat Indonesia untuk mengenakan pakaian adat Indonesia dan menjadi Barisan Nusantara.
Mereka bertugas menyambut tamu dan mengenalkan busana yang mereka pakai kepada tamu undangan.
“Saya terkesima dengan keragaman budaya Indonesia yang ternyata masih sangat sedikit saya ketahui," kata María Luz Ibarra yang mengenakan baju adat Minang.
“Hal yang paling saya suka adalah kostumnya, sangat rumit dan unik," kata Fernando Nieto.
Resepsi diplomatik itu juga dimeriahkan dengan pameran foto 65 tahun hubungan diplomatik RI-Argentina. Salah satu foto menampilkan Presiden Soekarno saat berkunjung ke Argentina pada 1959.
Berita Terkait
-
4 Tarian Tradisional Indonesia yang Memukau Dunia
-
Barak Karinding: Dari Balaraja, Musik Bambu Menggema ke Panggung Internasional
-
Sosok Bejo Sandy: Melestarikan Rinding Malang sebagai Warisan Seni dan Budaya
-
Banyak yang Mulai Terlupakan, Ini 5 Alat Musik Tradisional Suku Mandar di Sulawesi Barat
-
Upaya Melindungi Musik Tradisional Indonesia
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
5 Sepeda Hybrid Paling Nyaman Buat Gowes, Siapkan untuk Teman Ngabuburit
-
Liburan Hemat ke Singapura: Tips Praktis untuk Traveler Indonesia
-
Asmara Lancar, Ini 5 Shio yang Diprediksi Beruntung 8 Februari 2026
-
Kapan Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026 Dibuka? Jangan Sampai Ketinggalan Jadwalnya
-
5 Rekomendasi Model Baju Imlek Wanita 2026 yang Nyaman dan Elegan
-
5 Lipstik Jadul Legendaris Mulai Rp10 Ribuan, Kualitas Tidak Murahan
-
Sosok Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun
-
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
-
5 Sleeping Mask dengan Kolagen untuk Usia 40-an, Bikin Kulit Kencang saat Bangun Tidur
-
5 Produk Viva Cosmetics untuk Mencegah Penuaan Dini, Jaga Kulit Tetap Awet Muda