Suara.com - Kacang kedelai menjadi salah satu bahan makanan yang cukup mudah ditemukan di Asia. Bahkan, olahan kacang kedelai seperti tempe dan tahu disebut mampu menjadi pengganti daging. Banyak juga orang yang suka minum susu sari kedelai.
Siapa sangka, merek Sachi Wine dari Singapura telah menemukan cara untuk mengubah sari kedelai menjadi wine. Dilansir dari AsiaOne, CEO Sachi Wine Jonathan Ng dapat mengklaim bahwa wine dari sari kedelai miliknya adalah yang pertama di dunia.
Siapa sangka, ide itu berawal dari eksperimen saat ia berkuliah dan membahas limbah makanan. Ng bekerja dengan produsen tahu kecil lokal yang memproduksi 10 hingga 20 ton sari kedelai setiap hari.
Sebulan setelah peluncuran, perusahaan memiliki tim beranggotakan enam orang. Setiap orang berperan dalam proses mulai dari pembotolan hingga pemasaran dan hal lainnya. Karena itu, Sachi Wine hanya bisa memproduksi 1.000 botol setiap bulannya.
Tahun lalu, setelah salah satu pendiri pergi untuk mengejar gelar PhD, Ng berjuang untuk mengumpulkan tim penelitinya sendiri. Covid-19 kemudian semakin menunda rencana peluncuran. Namun, penundaan menyebabkan dia memikirkan kembali soal merek dan strategi pemasaran.
Dia memutuskan Sachi Wine harus dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas yang mencari alternatif lebih sehat, daripada bertujuan untuk eksklusivitas. Ada 70 kalori dalam setiap botol, 18 mg antioksidan kedelai, dan 5,8 persen alkohol.
Dia mengembangkan situs web, bermitra dengan platform e-commerce besar seperti RedMart dan Shopee, dan menjangkau pemain industri makanan.
Dua minggu setelah peluncurannya, batch pertama terjual habis. Sekarang ke batch kedua, Ng bahkan harus meminta mitranya untuk menghentikan sementara pembelian agar semua orang bisa kebagian menyicipi wine ini secara bergantian.
Sachi Wine juga berkesempatan memiliki bagian dalam daftar anggur di kedai baru Andrew Walsh, Club Street Wine Room. Sebagai pengusaha, Ng tentunya terus mendengarkan masukan dari pelanggan.
Baca Juga: Berusia 2.000 Tahun, Bangkai Kapal Romawi Pengangkut Wine Ditemukan
Misalnya, seorang pelanggan menyarankan bahwa Sachi Wine akan terasa lebih enak berkarbonasi sehingga dia sekarang mengembangkan wine bersoda. Ng juga sedang dalam pembicaraan dengan hotel dan restoran untuk memberikan penawaran eksklusif, serta kustomisasi suvenir pernikahan. Dengan mengubah kacang yang digunakan, bahan alami yang ditambahkan, atau kombinasi ragi, struktur dan rasa wine yang dapat diubah.
Untuk saat ini, Ng sangat ingin menangkap pasar lokal sebelum mengarahkan pandangannya ke luar negeri. Mengingat ada 15 produsen tahu di Singapura, dan konsumen selalu mencari produk baru, kemungkinan Sachi Wine berkembang pun tidak terbatas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Sunscreen Merek Apa yang Tidak Lengket di Wajah? Ini 5 Produk yang Cepat Meresap
-
5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung
-
5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
-
Panen Hoki, 3 Shio Ini Diprediksi Bernasib Baik pada 25 April 2026
-
3 Zodiak Paling Beruntung Minggu Depan, Cek Peluang Emas bagi Libra dan Pisces
-
6 Shio Paling Hoki 25 April 2026: Karier, Uang, dan Asmara Bersinar
-
5 Parfum Aroma Powdery di Indomaret, Solusi Wangi Segar di Cuaca Panas
-
Dari Dapur Tradisi ke Tren Wellness, Jamu Kembali Naik Kelas di Era Kartini Kini
-
Upgrade Rumah Tanpa Renovasi Besar? Ini Cara Simpel yang Mulai Dilirik Banyak Pemilik Hunian
-
Kopitiam Lagi Naik Daun: Bukan Sekadar Ngopi, Ini Alasan Konsepnya Diserbu Anak Muda