Suara.com - Rafflesia Arnoldi menjadi ikon dari Bengkulu karena disanalah, bunga satu ini bisa tumbuh dengan baik.
Namun di samping itu, Bengkulu juga dikenal memiliki makanan khas dengan rasa otentik dan mungkin tidak ditemukan di wilayah lainnya.
Jika punya kesempatan menginjakkan kaki ke Bengkulu, jangan lupa untuk mencicipi makanan khas Bengkulu paling dicari, berikut!
1. Pendap
Makanan khas Bengkulu satu ini menggunakan bahan dasar ikan yang dibumbui bawang putih, kencur, parutan kelapa, dan cabai giling. Proses pengolahan pendap pun terhitung lama, karena menghabiskan waktu hingga 8 jam untuk merebus ikan dan bumbunya.
Dimasak dengan balutan daun talas, aroma pendap akan langsung membuat siapapun yang menciumnya ingin mencicipinya. Pendap paling pas dimakan dengan nasi putih hangat.
2. Gulai Pisang
Jika selama ini, gulai biasa diolah dengan bahan dasar daging kambing, berbeda halnya dengan gulai yang ada di Bengkulu. Sesuai dengan namanya, makanan khas Bengkulu satu ini menggunakan bahan dasar pisang yang dimasak dengan bumbu gulai.
Jenis pisang yang biasa digunakan untuk gulai pisang adalah pisang kepok, tanduk, dan raja karena teksturnya yang padat.
Baca Juga: 6 Makanan Khas Kalimantan yang Nagih Banget, Ada Mie Kepiting sampai Bubur Pedas
Olahan hasil laut dari Bengkulu memang tidak perlu diragukan lagi kelezatannya. Tempoyak ikan patin merupakan hidangan yang terbuat dari campuran fermentasi durian dan ikan patin.
Perpaduan tempoyak dan ikan patin rupanya cukup digemari penduduk Bengkulu. Rasanya yang segar membuat tempoyak ikan patin memiliki daya tarik tersendiri.
4. Rebung Asam Undak Liling
Makanan khas Bengkulu satu ini terbuat dari keong hitam dan rebung. Sebelum diolah dengan keong hitam.. rebung harus direndam dulu selama beberapa hari supaya rasa asamnya keluar.
Setelah itu, rebung dan keong hitam akan dimasak dengan aneka rempah. Keong hitam atau liling dapat dengan mudah ditemukan di area sawah.
5. Lemang Tapai
Salah satu daya tarik dari lemang tapai adalah proses pembuatan lemang yang menggunakan bambu muda saat proses pembakaran. Setelah dibakar, lemang akan dicampur dengan tapai dan kuahnya.
Sensasi gurih dari lemang dan asam manis dari tapai tentu tidak boleh dilewatkan.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Makna Imlek bagi Detektif Jubun: Menata Hati, Menjaga Integritas
-
Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan
-
5 Rekomendasi Air Fryer Low Watt Terbaik, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Dari Hangout ke Syuting, Begini Cara Cassandra Lee Pilih Parfum Sesuai Mood
-
Doa Bangun Tidur Arab, Latin, dan Artinya
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Low Watt untuk Keluarga Baru
-
Mumpung Belum Terlambat: Bacaan Niat, Syarat, dan Batas Melakukan Qadha Ganti Hutang Puasa Ramadhan
-
Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa 2026, Sambung Imlek Sampai Satu Minggu
-
Cheongsam untuk Cowok Namanya Apa? Ini Ciri-ciri Desain dan Warnanya