Suara.com - Di tengah meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi saham atau mata uang kripto, masih ada para ahli investasi, pengamat properti, atau pelaku investasi yang mengklaim bahwa investasi properti masih menjadi salah satu instrumen investasi yang patut dipertimbangkan.
Investasi properti memang memerlukan modal yang relatif lebih besar dan tidak se-liquid dibandingkan instrumen investasi lain. Meskipun demikian, banyak yang berpendapat bahwa nilai properti masih lebih stabil daripada investasi yang bentuknya lebih cair.
Risiko mengalami kerugian besar dari properti juga dirasa lebih minim dengan anggapan bahwa properti adalah aset. Kenaikan harganya memang tidak instan, cepat, dan tinggi, tapi pelan dan pasti. Bahkan dalam situasi pandemi sekalipun.
Meski dihantam efek pandemi, jual-beli dan penyewaan properti memang menjadi kurang bergairah dan banyak investor yang menurunkan harga jual atau harga sewa. Namun, nilai tanah, rumah, bangunan, apartemen, atau aset properti lain masih dalam rentang yang masuk akal.
Kestabilan dan rasa aman inilah yang masih disukai banyak investor konvensional. Terutama yang sudah cukup berumur dan/atau memiliki modal untuk berinvestasi properti.
Meskipun membutuhkan waktu untuk balik modal atau merasakan keuntungannya, keputusan yang tepat dalam berinvestasi properti juga bisa memberikan keuntungan yang luar biasa.
Maka dari itu, memilih properti yang tepat menjadi sangat krusial. Jangan sampai terjebak dengan aset properti yang kurang bergairah dan akan menyebabkan Anda mengalami kerugian.
Dekoruma telah mengumpulkan enam kesalahan umum yang perlu Anda hindari apabila berminat untuk mulai berinvestasi properti, sudah mulai berinvestasi properti, atau juga merupakan pemain lama dalam bidang ini.
1. Tergiur Harga Murah dari Pengembang Properti Bodong
Mungkin Anda sudah sering mendengar kasus pembeli properti yang harus merugi karena pengembang properti yang kabur tanpa menyelesaikan kewajibannya. Uang muka dalam jumlah besar sudah disetorkan, tapi propertinya merupakan properti fiktif yang tidak ada bangunan atau unit fisiknya.
Baca Juga: 4 Ciri-ciri Investasi Bodong, Waspada Jangan Sampai Tergiur Janji Palsu!
Untuk menghindari kesalahan fatal ini, pastikan untuk selalu mengecek reputasi dan rekam jejak pengembang properti. Terutama ketika membeli properti dengan sistem pre-order, yang mana bangunan fisiknya belum dibangun.
Selain memilih pengembang properti yang terpercaya, pastikan untuk selalu mengecek syarat-syarat yang perlu dilakukan ketika membeli properti. Waspada terhadap sistem yang mewajibkan pembayaran uang muka yang terlalu besar atau sistem pembayaran yang kurang transparan.
2. Membeli Properti Tanpa Legalitas yang Jelas
Dalam konteks membeli properti yang sudah memiliki bangunan fisik atau properti secondary, selalu pastikan kalau legalitas dan kelengkapan dokumen properti tersebut tidak ada cela.
Dokumen-dokumen ini seperti akta jual-beli (AJB), perjanjian pengikatan jual beli (PPJB), pajak bumi dan bangunan (PBB), serta surat-surat penting lainnya. Pastikan juga bahwa properti terkait bukan properti yang telah disita, sengketa, atau warisan yang bermasalah.
Bukan hanya potensi biaya tambahan dan proses mengurus surat-suratnya yang memakan waktu dan tenaga, properti yang bermasalah secara hukum bisa berisiko menyeret Anda sebagai pembeli ke jalur hukum juga.
3. Tidak Melakukan Riset dan Survei yang Matang
Secara umum, ketika membeli properti untuk tempat tinggal pribadi atau investasi, langkah ini benar-benar tidak boleh terlewatkan. Melakukan riset pada properti incaran sebelum membelinya sangat krusial dan bisa menghindari kekecewaan atau kerugian di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
Terkini
-
Katalog Promo Alfamart 2 April 2026: Skincare, Bodycare, dan Parfum Diskon Besar-besaran
-
6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
-
Mengenal Oud hingga Amber: Tren Parfum Timur Tengah yang Kini Jadi Favorit di Indonesia
-
50 Kumpulan Ucapan Selamat Hari Paskah 2026 yang Hangat dan Penuh Makna
-
Tanggal 3 April 2026 Libur atau Tidak? Cek Keputusan SKB 3 Menteri
-
Hotel di Indonesia Kian Diminati, Wisatawan Lokal Jadi Penggerak Utama Pariwisata di 2025
-
4 Zodiak Bakal Sukses dalam Asmara pada 2 April 2026, Hubungan Cinta Menguat!
-
Rezeki dan Hoki Mengalir Deras, Ini 3 Shio Paling Beruntung di April 2026
-
Terpopuler: Update Tarif Listrik April 2026, Pilihan Sunscreen Anti Aging
-
Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan Berkumpul Bahas Permenkes, Dorong Standar Layanan Estetika