Mulailah dengan melakukan riset harga pasar yang wajar. Dengan demikian, Anda tidak begitu saja membeli dan bisa menolak ketika mendapat tawaran harga yang terlalu tinggi. Setelah riset, pastikan untuk selalu melakukan survei langsung ke lokasi properti yang akan dibeli.
Dengan datang dan melihat langsung, Anda bisa melakukan inspeksi mandiri. Melihat kualitas bangunan, interior, fasilitas, akses menuju ke lokasi properti, keadaan lingkungan sekitar, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan.
Bila hanya melihat dari brosur, media sosial, atau video saja, rasanya seperti membeli kucing dalam karung dan bisa saja tidak sesuai dengan keinginan.
4. Properti yang Kurang “Seksi”
Jika Anda melakukan langkah yang sebelumnya, kesalahan ini akan bisa dihindari. Membeli properti yang kurang “seksi” akan membawa kerugian untuk seorang investor properti. Terutama apabila target investasi untuk jangka pendek dan menengah dengan menyewakan properti tersebut.
Properti yang kondisi bangunannya buruk, interiornya kurang indah, aksesnya sulit, tidak tersedia transportasi umum yang memadai, jaraknya jauh dari fasilitas umum esensial (kesehatan, pendidikan, rekreasi, dan belanja) malah akan jadi bumerang buat Anda.
Alih-alih cepat mendapatkan penyewa, malah tidak ada yang berminat untuk menyewa properti dengan kondisi seperti itu. Dijual kembali pun juga akan sulit karena spesifikasinya yang kurang diminati.
5. Lebih Besar Biaya daripada Pendapatan
Melakukan riset dan survei juga akan mencegah Anda melakukan kesalahan ini. Tidak hanya budget untuk membeli propertinya itu sendiri, perhitungkan juga kesanggupan untuk membayar biaya pemeliharaan dan perawatan properti selama tidak tersewa.
Biaya-biaya seperti listrik, air, kebersihan, pemeliharaan lingkungan, pemeliharaan fasilitas, iuran pengelolaan lingkungan (IPL) pada apartemen, dan biaya-biaya lainnya yang apabila ditotal mungkin juga akan terasa efeknya pada kondisi finansial.
Sambil menunggu properti tersewa, jangan sampai biaya-biaya ini malah menjadi beban dan berpengaruh pada kondisi ekonomi sehari-hari Anda dan keluarga.
Baca Juga: 4 Ciri-ciri Investasi Bodong, Waspada Jangan Sampai Tergiur Janji Palsu!
6. Mengabaikan Perawatan dan Pemeliharaan
Setelah membeli properti yang sesuai dengan keinginan, usaha Anda tidak berhenti sampai di situ saja. Memelihara, merawat, dan memastikan properti dalam kondisi prima ketika akan disewakan atau dijual kembali juga penting untuk dilakukan. Calon penyewa dan pembeli tentu tidak akan tertarik dengan properti yang tidak terawat.
Upaya perawatan dan pemeliharaan pribadi juga masuk ke dalam pengeluaran untuk investasi properti. Memperbaiki bangunan fisik properti yang rusak, mengganti atau menambahkan furnitur, mengecat ulang, memperbaiki sistem perpipaan, dan masih banyak lagi.
Properti yang diabaikan dan dibiarkan rusak dalam keadaan tidak baik hanya akan merugikan investor properti. Pada akhirnya, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan untuk mengembalikannya pada kondisi prima.
Ketika kesalahan-kesalahan ini dihindari, investasi properti akan menjadi instrumen investasi yang menguntungkan untuk jangka panjang. Properti akan jadi lebih cepat tersewa ataupun terjual kembali ketika dibutuhkan.
Artikel Terkait:
Yuk, Pahami Investasi Properti dan Cara Melakukannya!
Semua yang Harus Kamu Ketahui Mengenai Jual Beli Rumah!
Butuh Uang? Ikuti 7 Tips Cara Cepat Jual Rumah Ini
| Published by Dekoruma |
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Pengumuman SNBT 2026 Lihat di Mana? Ini Link, Jadwal, dan Data yang Harus Disiapkan
-
Jam Berapa Pengumuman SNBT 2026? Ini Jadwal WIB, WITA, dan WIT
-
Dari Rumah ke Rumah, Gerakan Ini Ajak Warga Kurangi Ketergantungan pada Sampah Saset Plastik
-
40 Link Pengumuman Seleksi UTBK SNBT 2026, Hasil Diumumkan Hari Ini
-
Doa Buka Puasa Dzulhijjah Lengkap dengan Latin dan Artinya yang Diajarkan Rasulullah
-
Puasa Sebelum Iduladha Berapa Hari? Panduan Lengkap Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah
-
5 Tips Memakai Cushion agar Hasil Tidak Cakey, Makeup Tetap On Point Seharian
-
Lirik dan Chord Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng untuk Pemula
-
Lupa Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah pada Malam Hari, Bolehkah Diganti Siang Hari?
-
Mentereng, Segini IPK Erina Gudono usai Lulus dari Universitas Pennsylvania