Suara.com - Di masa pandemi toko kelontong yang bisa beradaptasi jadi versi online atau toko kelontong online terbukti lebih bisa melebarkan sayapnya dan mempertahankan penjualan.
Bahkan kini toko kelontong online menjadi tren dan semakin diminati di dunia digital. Hal ini terbukti dari tingginya pencarian kata kunci produk toko kelontong yang meningkat 337 persen di platform e-commerce, dibanding sebelum pandemi.
Kata kunci itu meliputi, food, minuman, snack, cemilan, dairy product, bumbu hingga makanan jadi di Bukalapak, yang terangkum dalam BukaReview melalui penelitian yang dipublikasi, Selasa (19/1/2022).
Bahkan pembeli yang belanja di toko kelontong online, nilainya meningkat 24 persen dibanding sebelum pandemi.
Kategori makanan jadi dan bumbu dapur, merupakan dua dari empat produk kebutuhan sehari-hari yang penjualannya meningkat selama PPKM Darurat berlaku.
Selain itu, untuk produk bernutrisi yang naik drastis adalah produk olahan susu, buah-buahan, dan madu
Menurut Senior Content Manager, BukaReview Erry Febrian ada beberapa sebab toko kelontong online semakin diminati. Selain karena pilihan produk yang bervariasi dan harga kompetitif, belanjaan juga bisa diantar di hari yang sama.
“Menjadi faktor pendukung belanja kebutuhan dasar secara online. Lebih praktis bagi pembeli sekaligus mengurangi potensi kerumunan,” ujar Erry.
Itulah kenapa, toko kelontong online dinilai sebagai solusi ideal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah pandemi yang belum usai.
Baca Juga: Sultan Abis! Refill Kulkas Bak Isi Stok Supermarket, Warganet Malah Ributkan Hal Ini
Perlu diketahui, fakta ini didapat melalui riset yang merekam aktivitas belanja selama pandemi di Indonesia 2 Maret 2020 hingga 31 Agustus 2021 dan sebelum pandemi periode 1 September 2018 hingga 1 Maret 2020.
Selain itu, kebijakan PPKM Darurat 3 Juli hingga 23 Agustus 2021, dan sebelum PPKM Darurat pada 4 Mei hingga 2 Juli 2021 juga ikut diperhitungkan pengaruhnya.
Berita Terkait
-
POCO M8 5G Muncul di Toko Online, Siap Dipasarkan di India dan Indonesia
-
Paket Tak Kunjung Gerak dari DC Berbah, Warganet Ramai-Ramai Mengeluh!
-
Kemenko PM Gandeng Pemda Atur Izin Ritel, Jaga Warung Madura dan Toko Kelontong Tetap Hidup
-
X Bikin Marketplace, Tapi Cuma untuk Jual Beli Akun Langka
-
Strategi Jitu Memulai Bisnis Online Tanpa Modal Besar di Era Digital
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Apakah Kamu Termasuk? Ini 6 Shio Paling Hoki Besok 11 Januari 2026
-
5 Sampo Non SLS untuk Rambut Rontok di Usia 40 Tahun
-
5 Body Wash Diskon Hingga 85 Persen di Bath & Body Works, Wangi Segar Seharian
-
5 Krim Malam Anti Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Tanda Penuaan
-
5 Rekomendasi Minyak Zaitun untuk Anti Aging Wajah, Bikin Kencang dan Hilangkan Kerutan
-
5 Rekomendasi Rosemary Oil untuk Atasi Kebotakan Dini, Cegah Rontok dan Lebatkan Rambut
-
5 Rekomendasi Sepatu untuk Orang Tua Penderita Plantar Fasciitis, Aman dari Nyeri Tumit
-
Baju Teal Blue Cocoknya Pakai Kerudung Warna Apa Saja? Ini 5 Rekomendasinya
-
Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Teal Blue dan Ash Blue Cocok untuk Warna Kulit Apa?
-
7 Sabun Cuci Muka untuk Bantu Atasi Flek Hitam di Usia 40-an, Mulai Rp27 Ribuan