Suara.com - Seorang lelaki gelandangan dari Iran berusia 87 tahun yang telah hidup di jalanan dan tidak mandi selama hampir tujuh dekade baru-baru ini membingungkan para dokter dan peneliti dengan kondisi kesehatannya yang baik.
Lelaki itu bernama Amou Haji. Dia tinggal di sebuah desa kecil di provinsi Fars, Iran Selatan, bertahan hidup dari pembunuhan di jalan dan air kotor, dan tinggal sejauh mungkin dari air mandi, berpikir itu akan membuatnya sakit.
Dia berusia 80 tahun pada saat itu dan tampak dalam kesehatan yang baik secara keseluruhan, meskipun kebersihan dan kondisi hidupnya dipertanyakan.
Tampaknya tidak banyak yang berubah sejak saat itu, karena tim dokter baru-baru ini melakukan serangkaian tes yang menunjukkan bahwa dia dalam kondisi kesehatan yang sangat baik.
Sebuah tim dokter yang dipimpin oleh profesor parasitologi, Dr Gholamreza Molavi, dari Sekolah Kesehatan Masyarakat di Teheran mengunjungi Amou Haji di desa Dejgah dan meyakinkannya untuk mengizinkannya menjalankan beberapa tes.
Mereka termasuk tes untuk berbagai bentuk hepatitis dan AIDS serta parasit.
Dr. Molavi dan timnya sangat tertarik untuk menemukan dan mempelajari parasit dan bakteri yang mungkin berkembang di tubuhnya yang tidak dicuci.
Tetapi terkejut karena tidak menemukan bakteri atau parasit penyebab penyakit, kecuali Trichinosis, infeksi yang, dalam kasusnya tampaknya tidak menghasilkan gejala.
Penemuan ini sangat mengejutkan mengingat lelaki berusia 87 tahun itu secara teratur mengkonsumsi makanan mentah seperti landak dan kelinci, meminum air yang tidak diolah dari genangan air menggunakan kaleng berkarat yang tidak dicuci, dan dilaporkan merokok kotoran hewan kering jika dia tidak memiliki tembakau untuk pipanya.
Baca Juga: Viral Seorang Kakek Tinggal Sebatang Kara di Gubuk Tengah Hutan di Ngantang
Dr Gholamreza Molavi percaya bahwa satu-satunya penjelasan logis untuk hasil tes adalah bahwa Amou Haji telah mengembangkan sistem kekebalan yang sangat kuat selama beberapa dekade hidup dalam kondisi yang sangat keras.
Meskipun kesehatannya baik, Amou Haji yang berusia 87 tahun secara rutin harus menghadapi kekejaman sesama manusia, banyak di antaranya mengejeknya dan bahkan menyiksanya secara fisik, hanya karena pilihan gaya hidupnya.
Gubernur setempat baru-baru ini meminta orang-orang untuk meninggalkannya sendirian, dengan mengatakan bahwa, terlepas dari penampilannya, dia adalah jiwa yang lembut yang tidak pernah menyakiti siapa pun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan
-
4 Lipstik Badai Murah Anti Luntur saat Makan, Cuma Rp30 Ribuan Bisa On Point Seharian
-
5 Fakta Hotel Four Seasons George V, Tempat Pabowo Menginap di Prancis
-
Menikah dan Hamil Anak Pertama, Ini Deretan Penghargaan Adhisty Zara di Dunia Perfilman
-
5 Sepatu Running Diskon Gede di Sport Station, Hoka hingga New Balance Ori Cuma Rp500 Ribuan
-
3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Juni 2026, Angin Segar dalam Karier dan Keuangan
-
3 Produk PHERINI yang Dapat Membantu Kulit Tubuh Tampak Lebih Cerah dan Merata
-
Siapa Saja Mantan Pacar Zara Adhisty? Ini Perjalanan Asmaranya hingga Menikah dengan Tsaqib
-
Silsilah Keluarga Zara Adhisty, Kini Sah Menikah dengan Tsaqib
-
Gula Melaka dari Malaysia Jadi Rahasia Es Kopi Susu Zus Coffee, Racikan Khusus untuk Indonesia