Suara.com - Dalam sejarahnya, lontong Cap Go Meh disajikan kaya akan rasa dan kondimen mulai dari opor ayam, sayur lodeh, hati panas dan pedas, telur pindang rebus, dan bubuk koya yang terbuat dari kedelai serta udang kering, pasta cabai, dan kerupuk udang.
Lontong Cap Go Meh diyakini sebagai menu masakan peranakan Tionghoa, yang disajikan ala tradisional Indonesia.
Asal-usul menu lontong tersebut diceritakan, ada di mana kedatangan imigran Tionghoa awal di Indonesia, yang kemudian menetap di kota-kota pesisir Utara Jawa.
Adapun beberapa wilayah yang menyajikan lontong Cap Go Meh adalah Semarang, Pekalongan, Lasem, Tuban, dan Surabaya saat awal periode Majapahit.
Berawal dari Imigran Tionghoa yang Kawin Campur
Selama menetap di Jawa, para imigran Tionghoa menikahi perempuan Jawa, lalu menciptakan budaya Peranakan Jawa-Tionghoa.
Mereka mulai terbiasa dengan masakan istri Jawa, sehingga saat Tahun Baru Imlek hingga perayaan Cap Go Meh, mereka menyajikan makanan pengganti yuanxiao (bola nasi) dengan lontong khas Nusantara.
Makanan lontong lokal ini kemudian disajikan dengan beberapa makanan lain seperti opor ayam dan sambal goreng ati. Hidangan ini diyakini merupakan cerminan antara pendatang Tionghoa dan masyarakat Jawa setempat.
Di samping itu, lontong Cap Go Meh juga dianggap sebagai simbol keberuntungan, di mana lontong yang kental dianggap lebih kaya dibanding bubur encer yang sering dianggap makanan orang miskin.
Karena bentuk lontongnya memanjang, ini melambangkan sebagai simbol umur panjang. Sedangkan telur melambangkan rejeki, dan kuah santan kunyit kekuningan melambangkan emas dan rejeki.
Baca Juga: Para Tatung Lakukan Ritual Tolak Bala di Singkawang: Melihat Secara Dekat
Komponen Kuliner Lontong Cap Go Meh
Lontong Cap Go Meh memiliki beberapa bahan dan bumbu yang dicampur. Berikut beberapa komponennya:
- Lontong yang dimasak dengan daun pisang
- Opor ayam yang direbus dengan santan dan bumbu
- Sayur lodeh
- Sambal goreng ati, yakni hati sapi yang digoreng dengan sambal terasi
- Telur pindang
- Bubuk koya, yang merupakan campuran kedelai goreng giling dan bubuk udang kering
- Acar, yang terdiri dari timun, wortel, bawang merah, dan cabai rawit
- Sambal terasi
- Kerupuk udang
Nah, sudah tahu kan sejarah asal-usul lontong Cap Go Meh, tertarik untuk menikmati?
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Lingkungan Kerja Nyaman Jadi Prioritas Baru Gen Z dan Milenial dalam Memilih Karier
-
7 Shio Paling Beruntung di Juli 2026, Cuan Melimpah!
-
Review Azzura Luminous Cushion: Harga Terjangkau, Wajah Glowing Instan
-
Rekomendasi Ombre Wardah Staylock Lip Matte yang Tahan 20 Jam, Makan Ayam Geprek Tetap On!
-
Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna
-
5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review
-
Berawal dari Sekolah di Perbatasan, Inovasi Kulit Pisang Ini Kini Bawa Indonesia ke Kancah Global
-
5 Warna Lipstik yang Cocok untuk Wanita Usia 55 Tahun, Tampilan Lebih Fresh dan Anggun
-
5 Rangkaian Skincare Harian untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 8 Rekomendasi yang Sudah BPOM