Suara.com - Selain Indra Kenz, kasus investasi bodong binary option Binomo, membuat sosok Budi Setiawan menjadi sorotan. Pasalnya ia merupakan bintang iklan dari aplikasi trading yang kini membuat banyak orang merugi.
Dalam iklan, sosok tersebut mengaku jika dirinya merupakan seorang 'crazy rich' yang memiliki kekayaan fantastis karena menghasilkan US$1.000 atau Rp 14 juta per hari dari trading.
Lucunya, baru-baru ini, dalam video di channel YouTube Denny Sumargo, sosok tersebut mengaku jika ia bukanlah seorang lelaki kaya seperti yang ia sebutkan dalam iklan. Bahkan, nama Budi Setiawan bukanlah nama aslinya. Ia menuyebut nama aslinya adalah Yosua Putra.
Penasaran dengan kisah Yosua dan kaitannya dengan Binomo? Berikut beberapa fakta yang perlu kamu ketahui.
1. Jadi Bintang Iklan Dadakan di Rusia
Kisah berawal saat dirinya mengunjungi Rusia bersama kekasihnya. Saat itu, lelaki berusia 27 tahun tersebut mengunjungi negara asal sang kekasih selama satu bulan di Saint Petersburg, Rusia.
"Gue sempet ke Rusia jalan-jalan sama bokin gue, kebetulan bokin gue orang sana. Akhirnya spend the time sebulanlah di sana. Waktu itu summer bulan Agustus. Abis itu gue pengen kerja kan. Gue pikir waduh kalo gue main musik, nggak cukup nih waktunya," jelas Yosua.
Tiba-tiba, ia pun mendapatkan tawaran dari keluarga sang kekasih yang kebetulan bekerja di industri hiburan Rusia untuk menjadi salah satu talent iklan dengan bayaran Rp 50 juta.
2. Tergiur Bayaran Rp 50 juta
Baca Juga: Bareskrim Polri Lacak Aset Milik Indra Kenz, Siap-siap Orang Dekat Bisa Terjerat
Mendengar bayaran yang cukup besar, Yosua pun langsung setuju dan memutuskan untuk melakukan casting via video. Menurutnya, bayaran tersebut sangatlah besar, terlebih saat itu ia sedang berada di luar negeri.
Bahkan, bayaran itu telah ia terima secara tunai sebelum syuting, memakai mata uang ruble, yang jika dirupiahkan senilai Rp 50 juta.
"Gue lagi di luar, terus gue kerja dapet duit banyak, siapa yang nggak mau, as simple as that. Gocap ya kan, dikasih langsung cash sebelum syuting, lah siapa yang nggak mau, pulang jadi bawa oleh-oleh," pungkas dia.
3. Budi Setiawan Bukan Nama Sebenarnya
Saat itu, kata Yosua, para kru menganggap jika nama aslinya kurang melokal. Ia pun memiliki ide nama Budi Setiawan untuk dipakai dalam iklan tersebut.
"Nama gue kurang Indonesia buat mereka waktu itu. Budi Setiawan ide gue bro," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
5 Cara Memilih Hewan Kurban dan Daging Kurban yang Layak Dikonsumsi Saat Idul Adha
-
Apa Bedanya Lip Cream dan Lip Matte? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan yang Bagus
-
Berapa Kilogram Daging Kurban Ideal Per Orang? Ini Penjelasannya
-
5 Eyeshadow Brand Lokal yang Pigmented dan Aman Dipakai, Mulai Rp20 Ribuan
-
Hectic Adalah Kondisi Sibuk Luar Biasa, Pahamai Arti dan Tips Mengatasinya bagi Pekerja
-
Hukum Menjual Daging Kurban Menurut Syariat Islam bagi Pekurban dan Penerima
-
7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
-
Apa Beda White Musk dan Black Musk? Ini Aroma yang Lebih Lembut dan 4 Rekomendasi Parfumnya
-
Anti Gerah, 5 Pilihan Parfum Lokal Aroma 'Clean' yang Aman Dipakai di Cuaca Panas
-
Cegah Food Waste, Bagaimana Food Cycle Indonesia Ajak Anak Muda Selamatkan Surplus Pangan?