Lifestyle / komunitas
Arendya Nariswari
Manfaat olahraga kardio untuk kesehatan jantung (Freepik)

Suara.com - Olahraga kardio atau aerobik merupakan salah satu usaha yang dapat Anda lakukan untuk membuat tubuh lebih sehat.

Selain bisa membakar lemak dan kalori berlebih di dalam tubuh, kardio juga dapat memperbaiki kinerja jantung, pernapasan, hingga tekanan darah. Jadi, tentu tidak ada alasan lagi untuk tidak mencoba kardio sedini mungkin.

Dilansir dari laman fringe sport, berikut 6 manfaat olahraga kardio yang tentu Anda butuhkan

1. Mengurangi Risiko Demensia

Baca Juga: Nonton Timnas Indonesia U-19 Latihan, Menpora Sampaikan Pesan Presiden

Pada beberapa penelitian telah disebutkan bahwa olahraga kardio dapat mencegah kemungkinan terjadinya demensia.

Hal ini sebagaimana studi yang telah dilakukan pada University of Gothenburg. Di antara wanita Swedia, rutinitas olahraga kardio di usia paruh baya berkaitan dengan penurunan risiko demensia.

2. Mengurangi Tekanan Darah Tinggi

Jika Anda menderita hipertensi, segeralah mendekat dan mencoba treadmill atau mesin elips di sekitar Anda.

Para peneliti di Universitas Louisville telah menemukan bahwa program latihan aerobik secara dengan obat antihipertensi. Berkurangnya tekanan darah ini terjadi karena penurunan kekuatan aorta dan peningkatan pelebaran arteri karena pelepasan oksida nitrat saat berolahraga.

Baca Juga: Menpora Zainudin Sebut JIS Tidak Dipilih Jadi Arena Laga Piala Dunia U-20 Pada 2023

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Sekelompok peneliti telah membuktikan bahwa dengan secara rutin melakukan kardiovaskular, keempat ruang jantung meningkat volumenya dengan sedikit peningkatan ketebalan dinding sehingga menghasilkan massa jantung yang lebih besar karena peningkatan ukuran sel miokard.

Tentu saja kesehatan jantung perlu dipelihara karena mereka memiliki peranan penting di dalam tubuh.

4. Meningkatkan Fungsi Otak

Dengan melakukan olahraga kardio secara rutin, terdapat berbagai fungsi kognitif yang terus meningkat salah satunya pertumbuhan pada hipokampus, terutama faktor neurotropik yang merupakan bagian dari BDNF (brain-derived neurotrophic factor).

BDNF sendiri ditemukan pada bagian hipokampus, korteks, dan otak depan.

5. Menjaga Performa di Ranjang

Disfungsi ereksi banyak diderita pria, terutama setelah usianya mencapai 40 tahun. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jumlah pria berusia 30 an yang menderita disfungsi ereksi pun terus meningkat.

Beruntungnya, sebuah studi yang diterbitkan Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa olahraga kardiovaskular dapat menurunkan seseorang menderita disfungsi ereksi pada usia muda.

6. Investasi di Hari Tua

Semakin tua, semakin besar pula risiko penyakit yang bisa diderita. Sehingga tentu saja Anda perlu usaha lebih untuk menghindarinya, salah satunya dengan melakukan olahraga kardio.

Sebagaimana yang disebutkan oleh University of Cairo dan University of British Columbia, dengan kardio teratur, Anda dapat menangkal risiko penyakit di hari tua.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Komentar

terkini