Suara.com - Mengurus anak-anak terlantar di sebuah panti asuhan merupakan kisah yang tak dirasakan semua orang. Padahal pengalaman tersebut dapat menyimpan banyak cerita inspiratif.
Itulah yang coba dibagikan oleh penulis A. Bobby Pr Lewat karyanya yang berjudul Mami Ciska: Memberi Masa Depan Anak-Anak Terlantar, Bobby mencoba menceritakan kisah perempuan yang membantu anak terlantar.
Diluncurkan Selasa (22/3/2022) kemarin, buku tersebut mengangkat kisah tentang seorang perempuan bernama Maria Franciska Setiati, atau akrab dipanggil Mami Ciska sebagai tokoh utama yang membantu anak-anak terlantar.
"Buku memoir Ciska yang ditulis secara apik oleh saudara Bobby ini membuka mata saya untuk memahami pemikiran Ciska di belakang praktik yang dia terapkan selama 20 tahun, bahkan saat mengelola Rumah Hati Suci," ungkap Ketua Dewan Pembina Yayasan Hati Suci, Joseph Dharmabrata.
"Dari ini saya melihat, apa yang dilakukan Ciska di Rumah Hati Suci bukan sekedar refleksi dari passion dia untuk berbuat sesuatu, tetapi meletakkan pondasi kokoh agar institusi sosial ini bisa bertahan lebih dari 100 tahun," lanjut Joseph Dharmabrata.
Buku ini menjadi rekam jejak Mami Ciska dalam usahanya, untuk membangkitkan kembali Panti Asuhan Rumah Suci yang sejatinya berdiri sejak tahun 1914 oleh Ny. Lie Tjian Tjoen.
Berbekal naluri seorang ibu yang kuat, Mami Ciska pun mengambil alih panti asuhan dengan tujuan untuk memberdayakan anak perempuan, dan mengembalikan makna dari institusi ini menjadi Rumah Hati Suci, sebuah tempat bagi anak-anak terlantar untuk tumbuh bersama.
Terdapat banyak nilai inspiratif yang diangkat lewat buku memoir tersebut. Termasuk bagaimana Mami Ciska memegang teguh prinsip untuk membesarkan anak-anak asuhnya, sebagaimana ia membesarkan anak kandungnya sendiri.
Tidak hanya menampung anak-anak terlantar saja, ia juga memberikan pendidikan, makanan bergizi, pakaian yang pantas, serta cinta yang tanpa batas. Peluncuran buku ini didukung oleh Penerbit Kompas, dan mulai tersedia di toko buku seluruh Indonesia dan juga online.
Baca Juga: Kisah Nusaibah Azzahra Seorang Hafidzah, hingga Rela dipoligami
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi