Adapun bahan yang digunakan seperti bahan organik yang bersumber secara lokal hingga perlengkapan hemat energi, penyimpanan air hujan, dan panel surya.
3. Paduan Desain Spanyol dan Lombok
Konsep sustainable bukan berarti tidak mengikuti tren modern, dengan desain bangunan dan dalam ruangan yang apik. Tidak kurang dari 2 tim desainer dikerahkan untuk merampungkan hotel Gran Melia Lombok, dalam dalam dan luar negeri.
Adapun bentuk bangunan, dan desain luar ruangan dirancang oleh tim Designer of Inspiral Architecture and Design Studio, yang dipimpin Charlie Hearn sebagai direktur maupun arsitek.
Sedangkan desain dalam ruangan atau indoor hasil karya tim PTI Architects, yang dipimpin Doddy Tjahjadi sebagai direktur manajer. Adapun bentuk bangunan hotel ini dibuat seperti dekat dengan alam karena terdiri dari bahan bambu yang dirancang dan dianyam sedemikian mungkin oleh Charlie dan tim.
"Dengan bambu diharapkan pengunjung dan wisatawan merasakan vibes natural yang sangat kentara, tapi juga kemewahan keramahan lingkungan yang ditawarkan," ungkap Charlie.
Gaya bangunan cenderung seperti yang ada di Spanyol rumah di dekat pegunungan dan lembah, sedangkan ornamen dan aneka hiasannya terdiri dari ornamen khas lombok.
4. Harga untuk Wisatawan Dalam dan Luar Negeri
Ada tiga tipe kamar yang bisa dipilih pengunjung hotel yaitu KAYMA Maroko Tented suite punya konsep yang cukup unik, vila mewah minimalis ramah lingkungan yaitu AURORA, dan kamar yang laiknya rumah yaitu LA RESIDENza Bauhaus.
Baca Juga: Rasakan Kenikmatan 8 Kuliner Khas Lombok yang Sukses Menggoyang Lidah
Ketiga kamar ini bisa disewa dengan harga Rp7 juta hingga Rp14 juta per malam. Adapun semua kamar sudah dilengkapi teknologi canggih, interior mewah kolam renang pribadi, jendela pemandangan alam dan laut.
5. Tempat yang Strategis
Meski di awal terbilang terpencil, namun pada dasarnya villa ini punya letak yang cukup strategis karena hanya berjarak 25 kilometer dari Bandara Internasional Lombok, dekat dengan lokasi MotoGP Mandalika.
"Di Invest Islands, visi kami adalah untuk menampilkan keindahan kepulauan Indonesia yang menakjubkan dan memberikan perkembangan luar biasa yang meningkatkan profil tujuan mereka. Kami ingin membuka pulau-pulau yang belum dijelajahi dan mendorong manfaat bagi setiap pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat adat hingga investor internasional," timpal Co-Founder, Invest Islands, Kevin Deisser beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Saham Rasa Kripto, Gaya Baru Investasi Digital Native
-
Kulit Kusam? Ini 5 Body Lotion yang Bisa Membantu Mencerahkan Kulit
-
Hasil Studi: Reputasi Kelihatan Abstrak, Tapi Bisa Bikin Perusahaan Panen Untung
-
Tren Steak Premium: Eksplorasi Rasa Daging Sapi Australia di Awal Tahun
-
Parfum Wardah Bisa Tahan Berapa Jam? Ini 5 Varian yang Wanginya Paling Awet
-
Mengapa Menulis Memoar seperti Aurelie Moeremans Bisa Sembuhkan Trauma Masa Lalu?
-
Nour Al Qalam Perluas Pasar Global, Hadirkan Fashion Kaligrafi Arab di Indonesia
-
6 Promo Imlek Gerai Makanan Cepat Saji, Manfaatkan Kesempatan
-
Doa Malam Isra Miraj 27 Rajab, Lengkap dengan Tata Cara agar Hajat Cepat Terkabul
-
Baju Teal Blue Cocok dengan Hijab Warna Apa? Pasangkan dengan Ini Agar Lebaranmu Makin Kece