Suara.com - Teknik eco printing memang berasal dari Australia, tapi uniknya ternyata Indonesia jadi yang terdepan di dunia sebagai pengusung konsep desain busana eco print.
Hal ini diungkap langsung Founder Asosiasi Eco Print Indonesia, Inen Kurnia yang mengatakan bahwa Indonesia memiliki 13 ribu anggota yang berfokus pada industri eco print.
Eco print adalah bahan yang digunakan untuk industri fashion maupun kebutuhan sehari-hari seperti sabun hingga sampo, yang menggunakan bahan dan pewarna alami, seperti daun, serat kayu, akar, biji hingga kulit buah.
Sedangkan eco printing adalah teknik pewarnaan di atas kain, yang didesain dan diwarnai menggunakan bahan alami dari alam.
"Kita itu jadi yang terdepan dari eco printing, padahal di dunia anggotanya ada 12 ribu, tapi cuma di Indonesia aja yang jumlahnya mencapai 13 ribu," ungkap Inen di event Muslim Fashion Festival (Muffest) 2022, di Ritz Carlton, Kamis (21/4/2022).
Inen mengatakan terdepannya Indonesia di bidang eco print karena melipahnya sumber daya manusia yang memanfaatkan pewarna alami seperti keberadaan masyarakat adat, hingga bahan alami yang melimpah ruah baik dari pohon, buah, hingga kekayaan alamnya
Meski begitu, Inen mengakui bahwa proses pembuatan busana dengan teknik dan bahan eco print tidak bisa secepat teknik lainnya. Ini karena setiap desain kain, hingga warnanya masing-masing memiliki keunikan dan tidak sama, sehingga akan kesan eksklusivitas sangat tinggi.
"Eco print ini handmade natural, eksklusif, sangat eksklusif, prosesnya tidak cepat. Tatangannya dari mendesain kain, lalu kain ini dijadikan baju, jadi esklusif the one and only," tutur Inen.
Lebih jauh, Inen juga mengakui bahwa bagi sebagian orang proses panjang penggunaan eco printing ini dianggap kekurangan, tapi bagi sebagain orang dianggap sebagai keunikan karena punya ciri khas di setiap masing-masing produknya, karena tidak sama.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Buruh Gendong Beringharjo Unjuk Gigi di Atas Catwalk
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Berapa Batas Usia Daftar Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih? Cek Syaratnya di Sini
-
Moisturizer Apa yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam? Ini 7 Rekomendasi Produknya
-
Berapa Harta Kekayaan Hery Susanto yang Diciduk Kejagung Usai 6 Hari Dilantik Presiden Prabowo?
-
Seni Wastra di Atas Meja: Resto Takeover yang Hadirkan Menu Favorit Kartini
-
Bukan di Pusat Kota, Lifestyle Hub 'Kalcer' dan Family-Friendly di Kota Mandiri Makin Laris!
-
Peluang 16 Mahasiswa FH UI Kuliah Lagi Setelah Status Nonaktif Selesai
-
7 Sabun Cuci Muka Pria yang Ampuh Mencerahkan, Atasi Beruntusan dan Kulit Belang
-
Harga Plastik Makin Tinggi, Coba 7 Alternatif Wadah Makanan Pengganti yang Aman
-
7 Rekomendasi Kipas Angin Portable yang Awet, Praktis Dibawa ke Mana Saja
-
Beda Status DO dan Nonaktif Sementara, Sanksi yang Diterima 16 Mahasiswa FH UI