Suara.com - Kreativitas menjadi cara bagi perempuan untuk berkembang, tak terkecuali di dunia maya. TikTok, platform video singkat terdepan di dunia, ternyata dapat menjadi platform bagi para perempuan, terutama perempuan pengusaha, untuk mengembangkan brand dan membangun komunitas baru.
Perempuan masa kini menjalankan peran multidimensi, mematahkan stereotipe serta membangun ketangguhan diri untuk berpartisipasi dalam menciptakan masyarakat inklusif di mana semua orang merasa diterima.
Dilihat dari sektor perekonomian, peran perempuan di Indonesia bersifat signifikan. Lebih dari 50% bisnis usaha skala mikro dan kecil Indonesia dijalankan oleh perempuan. Selain itu, 56% pelaku industri kreatif di Indonesia adalah perempuan.
Dilansir dari sebuah studi global, dikatakan bahwa perempuan mengontrol dua pertiga pengeluaran konsumen di dunia, namun hanya 9% dari perempuan yang merasa relevan dan dilibatkan di dalam inisiatif pemasaran.
"Di tengah kemajuan ini, masih ada jarak antara kekuatan perempuan dan pesan pemasaran. Hal ini menjadi peluang bagi brand untuk membangun hubungan dinamis dengan perempuan. Untuk bisa terhubung dengan komunitas perempuan yang beragam, brand perlu melibatkan audiens perempuan melalui pendekatan yang bersifat autentik, inklusif, berempati, empowering, dan menginspirasi," ujar Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing, TikTok Indonesia.
Hubungan dinamis antara brand dan perempuan dapat terwujud di TikTok karena perempuan telah mengubah caranya menggambarkan diri mereka secara online. Dengan berbagi cerita tentang dirinya secara jujur dan otentik, perempuan pun membangun komunitas di TikTok yang mendorong engagement bersama pengguna lainnya, termasuk dengan brand.
Hal ini terbukti dari hasil survei yang dilakukan TikTok terhadap pengguna perempuan di seluruh dunia pada awal tahun 2021, bahwa perempuan lebih merasa bisa terwakili dengan iklan yang mereka lihat di TikTok, dibanding pengguna lainnya.
Kenyamanan perempuan untuk mengunggah konten yang autentik di TikTok memunculkan keberanian dan rasa ingin berbagi inspirasi di platform ini.
Masih dari hasil survei terhadap pengguna perempuan di TikTok, sebanyak 85% responden merasa percaya diri, dan sebagiannya juga merasa dirinya kreatif. Dua perlima pengguna perempuan juga menganggap dirinya beda dari yang lain dan berani mengambil risiko.
Keberanian perempuan ini turut mempengaruhi persepsi mereka terhadap brand. Sebagian besar pengguna perempuan pun termotivasi untuk ikut mempromosikan suatu brand sebagai hasil dari rasa cinta mereka terhadap satu brand atau brand love.
Pendekatan ini dilakukan oleh ASTRO, platform online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan diantar dalam waktu 15 menit. Brand ini memanfaatkan topik ringan agar bisa mewakili tantangan yang dirasakan pengguna TikTok dalam kesehariannya.
"Sebagai seorang perempuan, saya juga mengalami tantangan yang dihadapi oleh kebanyakan perempuan di Indonesia, yaitu tetap produktif dalam menyediakan kebutuhan sehari-hari di rumah di tengah kesibukan lainnya. Oleh karena itu, kami berharap bisa membantu komunitas perempuan untuk berbelanja dalam waktu yang singkat, tepatnya 15 menit sejalan dengan misi ASTRO, melalui konten pemasaran yang kami unggah di TikTok," kata Jessica Stephanie Jap, Co-Founder dan COO, ASTRO Indonesia.
Dengan mengangkat topik yang bisa memberikan solusi atas tantangan para pengguna perempuan dalam berbelanja kebutuhan groceries, kampanye pemasaran yang dilakukan ASTRO pun berhasil menarik perhatian banyak pengguna TikTok.
Kreativitas yang menjadi DNA dari TikTok juga mendorong dihadirkannya berbagai tools dan fitur yang bisa dimanfaatkan oleh brand untuk hasilkan konten pemasaran yang segar dan interaktif. Dengan adanya interaksi antara brand dan pengguna perempuan, mereka pun akan merasa menjadi bagian dari pesan suatu brand dan tercipta brand love.
Azarine, brand kosmetik lokal ternama, menggunakan pendekatan interaktif ini untuk menciptakan engagement yang lebih tinggi dengan komunitas perempuan di TikTok.
"Setiap rekomendasi dan tips yang dibagikan oleh pengguna TikTok sifatnya orisinil, unik, dan berasal dari review serta pengalaman yang jujur. Di sini kami melihat bagaimana keterlibatan kreativitas komunitas TikTok, khususnya perempuan, sangat berperan dalam membentuk brand love yang akhirnya mendorong penjualan," ungkap Marcella Vanessa, Chief Marketing Officer, Azarine Cosmetics.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Segera Dibuka: Cek Jadwal, Link dan Cara Daftarnya
-
Kronologi Nama Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Artinya?
-
Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?
-
10 Promo Skincare dan Makeup Viva Cosmetics Terbaru Februari 2026
-
Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Namanya Masuk Epstein Files
-
Belajar Menang dari Proses: Perjalanan Panjang Siswa Indonesia di Dunia Robotika Global
-
Daftar Kode Terselubung dalam Epstein Files, Ada Pizza hingga Ice Cream
-
Dorong Smart Diplomacy, OIC Youth Indonesia Siapkan Pemimpin Muda Global
-
5 Rekomendasi Smart TV 32 Inch Murah Terbaik untuk Keluarga Baru
-
Siapa Keluarga Rothschild yang Disebut dalam Epstein Files? Ini Profilnya