Suara.com - Pengelolaan sampah jadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Bandung. Terlebih pasca peristiwa ledakan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah pada Februari 2005 yang dikenal dengan peristiwa 'Bandung Lautan Sampah'.
Hingga kini masyarakat Bandung masih punya pekerjaan rumah (PR) dalam mengendalikan persoalan sampah tersebut.
Pengendali Dampak Lingkungam Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Bandung Deti Tulianti mengatakan, masyatakat Bandung harus mulai mengurangi produksi sampah hingga 800 ton per hari.
"Kondisi kota Bandung harus kurangi sampah, karena tidak punya TPA sendiri. Tahun 2025 kita akan pindah dari TPA Sari Mukti dan pembuangan saat ini juga dibatasi hanya 800 sampai 1000 ton (per hari). Sementara timbunan sampah kita sampai 1800 ton," papar Deti dalam konferensi pers Kamoanye Pasar Bebas Plastik di Jakarta, Selasa (26/4/2022).
Dalam satu tahun terakhir, lanjutnya, produksi sampah dari seluruh kota Bandung baru turun menjadi 1.600 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 55,6 persen di antaranya berupa sampah plastik atau sekitar 88 ton.
"Itu baru sampah kantong plastik, belum sampah plastik lainnya. Kalau kita kejar target, harus dikurangi sampai 33 persen sampah plastik," imbuhnya.
Agar target dan pekerjaan rumah itu terselesaikan, Deti menekankan perlu adanya pengurangan produksi sampah secara sebesar-besaran yang dilakukan semua pihak, baik individu, kegiatan usaha, rumah tinggal, juga pemerintah.
Diakui Deti, mengurangi sampah tersebut bukan perkara mudah. Namun masyarakat harus segera memulainya dari sekarang. Ia menganalogikan kalau jumlah sampah dari kita Bandung bisa memenuhi lapangan di Senayan, Jakarta, bahkan hingga menggunung.
Oleh sebab itu, ia menyarankan, setiap individu untuk mulai membatasi konsumsi sampah, mulai dari meminimalkan jumlah sampah sisa masak baik di rumah maupun restoran. Juga penggunaan plastik.
Baca Juga: Peringati Hari Bumi Sedunia 2022, FFI Edukasi Masyarakat untuk Memilah Sampah dengan Benar
"Masyarakat juga harus bisa memilah sampah. Karena kalau sudah dipilah maka bisa diolah. Untuk sampah organik kita sudah punya pengolahannya, jadi hanya sisa residu itu oun hanya 15 persen. Untuk sampah anorganik bisa potensi daur ulang, kita ada 3 ribuan pemulung dan ratusan bank sampah," ujarnya.
Dampak dari proses memilah tersebut membuat sampahbyang dikirim ke TPA tersisa 15 persen saja. Meski begitu, menurut Deti jumlah tersebut masih terlalu banyak.
"Karena ketaatan pilah oleh masyarakat juga baru 5 persen. Karena tidak ada sanksi untk lakukan pilah, walaupun sebenarnya wajib. Sehingga kuncinya tetap harus terus edukasi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya
-
Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas
-
Sarung Tangan Plastik Makan: Higienitas, Efisiensi, atau Limbah Baru?
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Miris, Pandawara Tunjukkan Banyak Amplop THR Bekas Ditemukan di Sungai
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Perbedaan Lari, Jogging, dan Trail Running yang Sedang Tren Tahun 2026
-
Fast Fashion Picu Limbah, Bisakah Cost Per Wear Jadi Solusi Belanja Lebih Bijak?
-
5 Resep Makanan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Tinggal Sat Set!
-
4 Sepatu Lokal Senyaman Onitsuka Tiger yang Budget-Friendly, Mulai Rp100 Ribuan
-
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
-
5 Sepatu Vans yang Awet dan Masuk ke Semua Outfit, Andalan Anak Muda
-
Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
-
7 Trik Marketing Anti-Mainstream Aldi Taher yang Bikin Aldis Burger Viral dan Laris
-
Link Download PDF Buku Teks Pedoman Pancasila untuk Calon Paskibraka 2026, Resmi dari BPIP
-
Viral Kasus Amsal Sitepu Diduga Mark Up Proyek Desa, Segini Tugas dan Gaji Ideal Videografer!