Suara.com - Buat kamu pecinta sepatu kets, Jepang adalah surganya. Tak hanya akan menemukan beragam sepatu kets edisi terbatas dari brand premium seperti Nike dan Adidas, di sini kamu juga akan menemukan sepatu kets unik yang dirilis khusus oleh brand lokal.
Salah satunya adalah sepatu kets yang baru saja dirilis oleh perusahaan sepatu yang berbasis di Hiroshima, Spingle. Berkolaborasi khusus dengan Camino, produsen bahan ramah lingkungan, Spingle memperkenalkan sepatu kets edisi terbatas, Spingle Move SPM-1005.
Dilansir dari Timeout, sepatu kets ini dibuat menggunakan kain kanvas yang terbuat dari kertas origami daur ulang yang dikumpulkan di Hiroshima.
Setiap tahun, sekitar 10 juta burung bangau kertas disumbangkan ke Hiroshima dari seluruh dunia sebagai simbol harapan perdamaian. Melalui Proyek Camino’s Ongaeshi, kertas origami ini didaur ulang menjadi benang yang dapat digunakan dalam berbagai produk.
Butuh waktu sekitar satu tahun bagi Shinohara Textiles untuk membuat kanvas unik ini dari benang daur ulang.
Sol bagian dalam sepatu memiliki motif burung bangau kertas warna-warni sebagai simbol asal-muasal bahan sepatu tersebut.
Bagian tali sepatu dibuat dari kapas dan rami alami. Bagian dalam sepatu juga dilengkapi lapisan Cool Maxim yang memiliki sifat antibakteri dan deodoran.
Sepatu kets ediri terbatas ini dijual seharga 18.700 Yen atau sekitar Rp2,1 juta, dan bisa dibeli melalui toko online Spingle.
Baca Juga: Balenciaga Luncurkan Sepatu Kets Kotor dan Rusak Seharga Rp 26 Jutaan, Warganet Meradang
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan