Suara.com - Kucing emas Sumatera, hewan peliharaan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah yang dipamerkan di media sosial beberapa waktu lalu menimbulkan kontroversi.
Pasalnya, kucing emas atau yang dikenal dengan Catopuma temminckii ternyata masuk ke dalam daftar hewan dilindungi menurut undang-undang.
Menurut Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MenLHK/Setjen/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, kucing emas atau catopuma temminckii masuk ke daftar hewan yang dilindungi.
Permen tersebut diteken Menteri LHK Siti Nurbaya di Jakarta pada 28 Desember 2018. Permen tersebut lantas diundangkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Widodo Ekatjahjana di Jakarta pada 21 Januari 2019.
Tentu saja, tindakan tersebut membuatnya mendapatkan banyak kritik dari masyarakat. Bahkan akun Instagram @pembelasatwaliar milik Garda Animalia juga memprotes tindakan Wagub Sumut Musa yang menjadikan kucing emas sebagai hewan peliharaan.
Akun tersebut menyayangkan tindakan Musa yang memelihara satwa liar yang hampir punah tersebut. Mereka khawatir pembuatan konten yang dilakukan Musa malah mengundang masyarakat lain untuk ikut memelihara satwa liar.
"Padahal, kami berharap Bapak sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara bisa turut serta menyuarakan untuk tidak memelihara satwa liar dan menjaga alam Indonesia," pesan @pembelasatwaliar pada Rabu (25/5/2022).
Dilansir Animalia, hewan yang dikenal sebagai kucing emas Asia ini terdapat di Asia Tenggara, dari Nepal dan Tibet hingga Cina Selatan, Sumatra, dan India. Kucing ini memang memiliki kecantikan luar biasa yang terlihat pada bulu dan warnanya.
Warna dan bulu mereka berkisar dari warna kayu manis hingga berbagai warna cokelat, dan juga abu-abu dan hitam (melanistik). Ada beberapa kucing dengan tanda berbintik dan bergaris, penampilannya mirip dengan ocelot.
Baca Juga: Pembangunan Kawasan Wisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Ancam Habitat Hewan Langka
Terkadang ada belang di kepala dan pipi mereka. Serta telinga yang berwarna hitam di bagian luar dan abu-abu di bagian dalam. Bagian bawah kucing juga biasanya berwarna putih.
Nah, untuk mengetahui lebih lanjut fakta mengenai kucing emas yang dilindungi, berikut adalah fakta mengenai hewan langka tersebut seperti yang dilansir Steemit.
1. Alasan Kucing Masih Diperjualbelikan
Ada keyakinan yang tidak masuk akal di antara para pecinta kucing emas, bahwa bagian tubuh tertentu dari kucing emas memiliki kekuatan magis. Inilah alasan terbesar mengapa hewan tersebut terancam punah ini. Kepercayaan seperti itu, membuat hewan langka ini semakin banyak diburu dan diperjualbelikan.
2. Nama Ilmiahnya Diambil dari Nama Zoologi Belanda
Nama ilmiah kucing ini adalag Pardofelis temminckii atau sinonimnya, Catopuma temminckii, yang diambil untuk menghormati seorang ahli zoologi Belanda, Coenraad Jacob Temminck, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan kucing emas di Eropa.
3. Habitat Kucing Emas
Ia lebih suka habitat hutan yang diselingi dengan daerah berbatu, ditemukan di hutan hujan tropis dan subtropis yang selalu hijau. Kadang-kadang, kucing emas juga hidup di daerah yang lebih terbuka seperti padang rumput di Taman Nasional Manas Assam.
4. Hewan Nokturnal
Kucing emas merupakan hewan nokturnal meskipun terkadang juga beraktivitas di siang hari. Lebih suka berburu dan berjalan di tanah, tetapi kemampuannya memanjat dan berjalan di atas pohon sangat bagus. Ia mampu memangsa burung, tikus, reptil, kambing, rusa muda, hingga anak sapi.
5. Sifatnya Teritorial dan Menyendiri
Kucing emas Asia bersifat teritorial dan menyendiri. Soliter, terutama sebelum mendapatkan pasangan. Namun setelah mendapatkan pasangan, ia memiliki perilaku romantis, yaitu berburu dengan pasangan, dan mereka adalah hewan yang setia pada pasangannya.
6. Populasinya Kian Menurun
Populasi kucing emas tidak diketahui secara pasti, namun umumnya kian menurun. Oleh karena itu, secara global IUCN Redlist mengklasifikasikannya sebagai spesies Hampir Terancam (Nearly Threatened).
Berita Terkait
-
Ramai Video Wagub Sumut, Musa Rajekshah Disebut Pelihara Satwa Liar Dilindungi, Netizen Singgung Masalah Perizinannya
-
Kritik Keras Wagub Sumut Musa Rajekshah yang Pamer Pelihara Kucing Emas, Dokter Hewan: Tidak Animal Welfare
-
Waduh! Wagub Sumut Pamer Pelihara Kucing Emas, Ternyata Masuk Hewan Dilindungi
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Apa Saja Zodiak yang Termasuk dalam Elemen Api? Ini Daftar dan Karakteristiknya
-
3 Lip Balm Wardah untuk Bibir Kering dan Gelap, Pilih yang Sesuai Kebutuhan Menurut Review
-
Menghapus Jejak "Hantu" di Cloud dan Memutus Rantai Penguntitan Siber Pasca-Hubungan
-
Bulog Catat Penyerapan 3,5 Juta Ton Setara Beras, Perkuat Cadangan Pangan Nasional
-
Sebut Pramono 'Asbun', Waketum PSI: Prabowo dan Surya Paloh Bukti Sukses Keluar dari Partai Lama
-
Dari Casual sampai Formal, 4 Ide Outfit Minimalist Classy ala Roh Yoon Seo
-
Hari Anak Nasional: Perjuangan Veronika Reni dan Dukungan PNM Mekaar Wujudkan Prestasi Sang Anak
-
Kulit Kuning Langsat Jangan Asal Pilih! Ini 2 Warna Cushion Skintific Terbaik Sesuai Review
-
Review Leave No One Behind: Drama Laga Kepolisian Berantas Kejahatan TPPO!
-
Dorong UMKM Naik Kelas, Pelatihan Ekspor BRI Peduli Sukses Antar Usaha Lokal ke Pasar AS