Suara.com - Sebuah klinik bedah kosmetik telah dikecam di media sosial karena mengubah ratusan wanita menjadi "Spock dari Star Trek" dengan perawatan "mata rubah".
Tahun lalu, sebuah tren kecantikan aneh mendadak diminati di Inggris, setelah klinik bedah kosmetik, MCR Aesthetics yang berbasis di Manchester mengubah wajah ratusan perempuan menjadi mirip Spock, salah satu karakter di Star Trek.
Perawatan tersebut dinamakan perawatan "mata rubah" karena membuat alis perempuan menjadi tegang. Di mana, terdapat benang yang seharusnya tidak terlihat yanh mereka letakkan di atas mata, untuk menariknya ke atas.
Prosedur ini menggunakan benang biodegradable untuk mengangkat mata melalui pembedahan dan hasilnya dapat bertahan dari satu minggu hingga satu tahun. Tren operasi ini bahkan disukai oleh para selebriti, termasuk Danielle Lloyd.
Baru-baru ini, meski banyak kritik di media sosial, seorang perempuan di TikTok mengungkapkan apa yang terjadi ketika dia melakukan prosedur mata rubah. Menurutnya, hasilnya sama sekali tidak seperti yang dia harapkan.
Jessie Carr, dari Australia, mengungkapkan bahwa benang mata rubahnya tidak sesuai rencana dan membuat wajahnya justru tampak rusak.
Tapi sekarang, segalanya berubah dari buruk menjadi lebih buruk, karena Jessie telah melepas benang mata rubahnya, yang membuatnya kesakitan dan wajahnya bengkak parah.
Jessie telah mengunggah berbagai video TikTok yang memamerkan hasil setelah benang mata rubah dibuang, dan itu membuat banyak warganet terpana.
"Hari ini saya pergi ke ahli bedah kosmetik dan saya memesan untuk melepas benang saya. Saya tidak terlalu yakin apakah ini akan terjadi karena mereka mengatakan mereka akan membawa praktisi klinis untuk mendiskusikan topik saya dan memutuskan apakah mereka pikir penghapusan adalah pilihan terbaik, berdasarkan apa yang mereka lihat," jelas dia sebelum bertemu dokter.
Baca Juga: Lavalen Punya 3 Inovasi Baru untuk Turunkan Berat Badan, LV Signature Pro Curi Perhatian
Kemudian dalam video tersebut, Jessie, memperlihatkan wajahnya yang sangat bengkak setelah benang dilepas.
Dia melanjutkan, "Wajahku saat ini terlihat seperti memiliki dua bola golf. Pada dasarnya mereka menghapus benang yang dapat mereka hapus dan mereka setuju bahwa itu adalah pilihan terbaik."
“Mereka melepas benang yang masih ada di sana dan membersihkannya, menjahitnya dan inilah saya sekarang," ujar dia lagi.
Jessie berharap, setelah bengkaknya hilang, dia hanya akan memiliki bekas luka kecil. Seharusnya semuanya baik-baik saja dan dia senang jika semuanya sudah berakhir.
Dalam video lain, wajah Jessie bahkan lebih bengkak dari sebelumnya, membuatnya sangat kesakitan dan tidak nyaman.
Jessie menjelaskan, “Inilah penampilan saya sekarang, saya merasa sangat jelek."
Rasa sakitnya, kata dia mungkin 9/10 ketika dia tidak mengonsumsi Panadols, itu adalah perasaan tekanan yang kuat di pelipisnya.
“Rasanya seperti kepala saya akan meledak, saya mengalami migrain terburuk yang pernah ada dan bahkan sebelum rahang saya sakit, saya pikir karena semua tekanan. Itu bukan perasaan terbaik," ujar dia.
Dalam video sebelumnya sebelum benang dikeluarkam, Jessie mengungkapkan bahwa menyelesaikan prosedur adalah penyesalan besar dan jelas tidak sepadan.
Dia menambahkan, “Benang mata rubah ini benar-benar penyesalan terbesar saya. Mereka awalnya membengkak sangat, sangat intens. Aku tampak seperti MegaMind," ujarnya
Prosedur ini tenryata memecahkan pembuluh daranhnya, yang ternyata meledak selama beberapa minggu, tentu saja itu sangat buruk.
TikTokers terkejut melihat wajah Jessie dan memberikan komentar untuk mencerminkan hal ini.
"Perjalanan mata rubah yang kamu lakukan ini adalah sesuatu yang lain. Bagus untukmu karena tetap positif," ujar seorang warganet.
"Saya sangat khawatir tentang mata Anda yang bengkak, semoga segera sembuh," kata yang lain.
TikToker lain bertanya, “Apakah pembengkakan seperti ini diharapkan terjadi? Apakah kamu tidak takut?."
Berita Terkait
-
Antara Azan dan Air Mata
-
Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
-
Dilema Restoran Cashless Only: Hak Konsumen vs Modernisasi
-
Mengapa Beberapa Pullback Pulih Memberi Isyarat Sesuatu yang Lebih Besar dalam Dagangan Forex
-
Rupiah Keok Usai Libur Panjang di Level Rp 16.884/USD
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Shio Paling Beruntung dan Makmur di 27 Februari 2026, Kamu Termasuk?
-
Profil Bunga Sartika, Host 'Halo Qha Qha Permisi' Mendadak Resign, Gara-gara Rahasia Terbongkar?
-
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Jangan Sampai Salah Bacaan
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Ini Caranya Supaya Tidak Tersetrum
-
7 Sepeda Push Bike Anak Kokoh selain London Taxi, Rangka Kuat Tahan Banting
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa