- Masyarakat Jawa menjalankan tradisi Tapa Bisu dengan berdiam diri tanpa berbicara saat malam 1 Suro.
- Ritual ini dilakukan melalui kegiatan Mubeng Beteng di Keraton Yogyakarta dan Surakarta sebagai bentuk introspeksi diri.
- Pelaksanaan tradisi bertujuan untuk melatih pengendalian emosi, menahan nafsu, serta memohon keselamatan.
Suara.com - Tapa Bisu adalah salah satu tradisi spiritual masyarakat Jawa yang dilakukan pada malam 1 Suro, malam pergantian tahun dalam penanggalan Jawa.
“Tapa” berarti bertapa atau melakukan laku prihatin, sedangkan “Bisu” berarti diam atau tidak berbicara.
Tradisi ini merupakan bentuk introspeksi diri, pengendalian diri, dan pencarian ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk kehidupan.
Tapa Bisu paling dikenal sebagai bagian inti dari ritual Mubeng Beteng di Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.
Ribuan warga berjalan kaki mengelilingi benteng keraton tanpa berbicara sepatah kata pun, tanpa alas kaki, dan dalam keheningan total.
Sejarah dan Makna Tapa Bisu
Tradisi Tapa Bisu telah ada sejak lama dan mengalami berbagai penyesuaian. Salah satu catatan sejarah menyebutkan bahwa ritual serupa dilakukan pada tahun 1919 di Keraton Yogyakarta untuk menangkal wabah penyakit.
Seiring waktu, maknanya berkembang menjadi simbol refleksi diri, rasa syukur, serta doa untuk keselamatan bangsa dan negara. Dalam filosofi Jawa, diam bukan berarti kosong.
Tapa Bisu mengajarkan manusia untuk mendengar suara hati, menahan nafsu, serta membersihkan pikiran dari segala gangguan. Dengan tidak berbicara, peserta belajar mengendalikan lidah dan emosi—dua hal yang sering menjadi sumber masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Malam 1 Suro 2026 Kapan? Catat Tanggal, Makna, dan Tradisinya
Berjalan tanpa alas kaki melambangkan kerendahan hati dan kedekatan dengan bumi sebagai sumber kehidupan.
Tata Cara Pelaksanaan
Pada malam 1 Suro, warga biasanya berkumpul di sekitar Keraton Yogyakarta dan Keratom Surakarta. Setelah ada tanda (biasanya bunyi lonceng), rombongan mulai berjalan mengelilingi beteng searah berlawanan jarum jam.
Selama prosesi, peserta dilarang berbicara, makan, minum, dan merokok. Banyak yang juga melaksanakan tapa bisu secara pribadi dengan cara berpuasa, tidak tidur, atau hanya diam di tempat sambil berdoa dan merenung.
Tradisi ini tetap hidup hingga sekarang karena nilai-nilainya yang universal. Pada era modern, Tapa Bisu menjadi pengingat penting bahwa kadang kita perlu jeda, diam, dan mendengar diri sendiri untuk menemukan kedamaian dan arah hidup yang lebih baik.
Meski berakar dari kebudayaan Jawa, makna Tapa Bisu dapat dipahami oleh siapa saja yang mencari keseimbangan batin. Setiap malam 1 Suro, tradisi ini terus diwariskan sebagai bentuk kearifan lokal yang kaya filosofi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Perlukah Pakai Bedak Tabur usai Pakai Cushion? Ini Saran MUA agar Makeup Tahan Lama
-
5 Lip Serum untuk Atasi Bibir Kering dan Pecah-pecah, Bisa Melembapkan dan Mencerahkan
-
Rekam Jejak Said Iqbal, Sang Tokoh Buruh yang Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden
-
Handbody Apa yang Mengandung Kolagen? Ini 5 Pilihan Murah yang Dapat Review Bagus
-
5 Skincare Andalan Asha Assuncao "Terikat Janji" untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat
-
Kurangi Emisi Tak Selalu Butuh Teknologi Baru: Pelajaran dari Arsitektur Vernakular di Indonesia
-
3 Maskara Andalan Davina "Terikat Janji" agar Bulu Mata Lentik dan Panjang di Depan Kamera
-
3 Produk Lipstik Andalan Asha Assuncao, Bibir Jadi Plumpy Ala Davina 'Terikat Janji'
-
5 Tone Up Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah, Anti White Cast Menurut Review Pengguna
-
5 Rekomendasi Sayur yang Mudah Ditanam di Pot, Lahan Sempit Bukan Halangan