Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf Sandiaga Uno menanggapi keresahan umat Buddha untuk beribadah terkait kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur.
Sandiaga mengatakan pihaknya akan mengakomodir dan mencari jalan keluar yang tepat agar ibadah umat Buddha tidak terganggu.
"Nah, untuk umat Buddha sodara kita, kekhawatiran sama, kita akan formulasikan, kita tidak ingin diskriminasi umat agama Buddha ingin akses ke Candi Borobudur," ujar Sandiaga saat berbincang dengan awak media, Senin (6/6/2022).
Sandiaga menambahkan, berkaca pada Hari Raya Waisak pada 16 Mei 2022, ia menyebut bahwa proses ibadah atau perayaan Waisak tidak dilakukan di dalam bangunan Candi Borobudur, melainkan hanya di kawasan kompleks candi.
"Umat Buddha di Waisak kemaren mereka lakukan peribadatan di pelataran, dan itu bukan dalam bangunan candi tapi menghadap candi, dengan backdrop indah. Kita lepas lampion, itu pengalaman yang berkesan buat saya," cerita Sandiaga.
Sementara itu, menurut Sandiaga, kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur sudah dihitung dengan matang, sesuai dengan daya dukung candi yang sudah berdiri sejak abad ke-8 dan ke-9 itu.
"Angka 1.200 ini, sudah dihitung berkali-kali, berulang-ulang bahwa jumlah 365 hari (satu tahun) ini, atau total maksimal hanya 1.200 kunjungan per hari, sudah merupakan daya dukung dari bangunan Candi Borobudur," jelasnya.
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan harga tiket masuk Candi Borobudur untuk turis lokal sebesar Rp750 ribu, sedangkan wisatawan mancanegara sebesar 100 dollar AS atau setara Rp1,4 juta.
Ditambah Luhut juga mengatakan, maksimal pengunjung Candi Borobudur yang boleh masuk ke bangunanya hanya 1.200 orang per hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret