Suara.com - Indonesian Night Market kembali digelar di Sydney, Australia. Bertempat di Globe Lawn, University of New South Wales (UNSW), diperkirakan ada tiga ribu orang yang meramaikan acara tersebut.
“Acara INM mencerminkan betapa besarnya semangat mahasiswa Indonesia dalam mempromosikan Indonesia di Australia yang diharapkan dapat mempererat hubungan kedua negara, termasuk hubungan kedua masyarakatnya,” ujar Konsul Jenderal RI Sydney Vedi Kurnia Buana dalam keterangan dari KJRI Sydney.
Vedi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PPIA UNSW atas inisiatif dan kerja kerasnya dalam menyelenggarakan INM tahun ini.
INM yang kali ini bertema “Sandhya Dwipa” atau kesatuan negara kepulauan diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) UNSW dan turut didukung banyak pihak, di antaranya KJRI Sydney, KBRI Canberra, ITPC Sydney, maupun UNSW.
Acara INM kali ini turut dihadiri Atase Pendidikan Kebudayaan KBRI Canberra, Prof. Mukhammad Najib.
Presiden PPIA UNSW, Graciela Angelina Salim, menekankan bahwa penyelenggaraan INM bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada sivitas akademika di UNSW yang berasal dari berbagai latar belakang.
Sementara itu, Project Manager INM 2022, Henry Chandra, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara, termasuk para sponsor, serta mengajak para pengunjung untuk menikmati pertunjukan musik dan tari, baik tradisional maupun modern, pameran produk, serta aneka kuliner Indonesia yang ada di INM kali ini.
Dipandu pembawa acara muda Indonesia di Sydney, Tengku Fabian Hadra, acara INM dimulai dengan parade pakaian adat sejumlah daerah di Indonesia. Pertunjukan Cantate Deo Chamber Orchestra yang dimainkan para diaspora muda Indonesia turut meramaikan acara dengan menampilkan 2 (dua) buah lagu, di antaranya lagu “O Ina Ni Keke.”
Acara semakin meriah dengan adanya pertunjukan gamelan Bali yang terasa istimewa karena dimainkan oleh sejumlah warga negara Australia yang tergabung ke dalam kelompok UNSW Gamelan Society.
Baca Juga: Jadi Pesona Mancanegara, 48 Ribu Wisatawan Australia Datangi Bali Pada 2022
Acara ditutup dengan penampilan band Frasa yang membawakan lagu-lagu hits Indonesia.
INM merupakan program tahunan andalan PPIA UNSW yang telah diselenggarakan sejak tahun 2011. Namun, sejak pandemi COVID-19 pada tahun 2020, penyelenggaraan INM sempat ditiadakan selama 2 tahun. Besarnya animo pengunjung INM kali ini menunjukkan kuatnya kerinduan publik Sydney, termasuk masyarakat dan diaspora Indonesia, terhadap Indonesia.
Apalagi pada INM kali ini, para pengunjung turut dimanjakan dengan adanya 13 stan yang menyajikan aneka kuliner dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain sate ayam, bakso, nasi bebek, ayam penyet, pempek, martabak, sate padang, nasi padang, somay, dan masih banyak lagi. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan
-
Mohamed Salah Menangis Haru, Mesir Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti
-
Australia Kandas, Sepak Bola Asia Kian Alami Keterpurukan di Piala Dunia!
-
Australia Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Jackson Irvine Kecewa Wakil Asia Habis di 32 Besar
-
Kiper Mesir Syok The Pharaohs Bisa Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam