Suara.com - Tren perawatan kulit mulai bergeser. Saat ini, orang Indonesia cenderung lebih mendambakan kulit sehat terawat dibanding memiliki kulit putih. Setidaknya begitu kata Head of Erha Ultimate Anti Aging - Irinne.
Ia melanjutkan, memiliki kulit putih tak lagi menjadi obesei rerata orang Indonesia seiring tingginya edukasi di berbagai platform media sosial, di mana banyak orang menyadari kulit sehat adalah solusi dari semua perawatan kulit yang dijalani.
"Kalau jaman dulu itu 'saya ingin kulit putih', tapi makin sekarang mungkin dengan semakin banyaknya sosmed dan edukasi yang banyak, orang mindsetnya udah agak berubah sih," ujar Irinne dalam acara Ageless Limitless Campaign, Erha Ultimate Anti Aging di Cinema XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Irrine menambahkan, tren perawatan kecantikan ini mencerminkan pemahaman masyarakat yang semakin baik. Ini karena jika orang Indonesia berharap memiliki kulit putih dengan perawatan, maka dinilai sulit atau mustahil apalagi dengan basic atau DNA dasar kulit yang berwarna cokelat.
"Jadi udah nggak ngejar putih, so what kulit orang Indonesia kan nggak bisa di expect putih, seputih apa, emang kalo kulitnya cokelat jadi jelek? Kan tidak," terangnya.
Adapun kulit sehat yang baiknya dimiliki seseorang, yaitu bisa dilihat dari seberapa kenyal, bersih dari flek, tidak berbintik, bebas bruntusan atau jerawat sekalipun.
"Dan kalau bisa mah nggak ada bekas bolong-bolong juga. Nah, kulit yang sehat itulah yang sebenarnya mau dikejar orang orang sekarang nih," sambung Irinne.
Sehingga saat mendatangi klinik kecantikan, yang perlu disampaikan pasien adalah menyampaikan manfaat yang diharapkan, seperti menghilangkan jerawat, flek, kerutan dan sebagainya.
"Jadi biasanya yang dicari adalah kulit sehat, perawatan perawatan dulu kemudian baru diberikan rekomendasi skincare dan produknya apa saja," tutup Irinne.
Baca Juga: Bukan Hanya Demi Kecantikan Kuku, Ini 3 Manfaat Rutin Lakukan Manicure dan Pedicure
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut