Suara.com - Jerawat merupakan permasalahan kulit yang dialami oleh 9,4 persen masyarakat dunia. Secara spesifik, sebesar 46 persen masyarakat Indonesia memiliki masalah wajah berjerawat.
Bagi banyak remaja dan orang dewasa, masalah kulit berjerawat menjadi beban yang mempengaruhi kepercayaan diri dan kualitas hidup sehari-hari.
"Meskipun terbilang masalah kulit paling umum, seringkali jerawat ditangani dengan kurang tepat padahal dapat mempengaruhi kualitas hidup orang yang mengalaminya," jelas Dermato Venereologist dr. Fitria Agustina, SpKK.
Ia melanjutkan, 96 persen orang di dunia yang memiliki permasalahan jerawat mengakui bahwa hal ini memengaruhi kualitas hidup sehari-hari, dengan 53 persen diantaranya pernah mengalami depresi, dan 50 persen dari mereka cenderung mengisolasi diri.
"Oleh karena itu, langkah yang paling penting adalah analisa kulit yang akurat untuk diagnosis jerawat yang tepat sehingga dapat ditentukan tingkat keparahan jerawat dan terapi yang paling sesuai," tambahnya dikutip dari siaran pers La Roche Posay, Selasa (19/7/2022).
Kata Fitria, dengan mengobati jerawat sedini mungkin diiringi terapi yang tepat, hal itu dapat menurunkan risiko terjadinya acne scar atau jaringan parut bekas jerawat yang membandel.
Sayangnya, tidak semua orang Indonesia memiliki akses ke dermatolog, sehingga hal tersebut mendorong mereka untuk mencari informasi di internet. Itu memungkinkan terjadinya risiko pada rekomendasi penanganan jerawat yang kurang tepat.
Head of Marketing ACD Indonesia - Nestya Sedayu juga mengatakan, pihaknya percaya bahwa solusi yang efektif untuk mengatasi masalah jerawat dimulai dengan analisa yang akurat dan diagnosa dari dermatolog.
"Oleh karena itu, penting bagi kami untuk dapat membawa life-changing dermatology melalui pilihan produk, informasi, edukasi, teknologi yang mudah diakses, serta analisa dan konsultasi dengan profesional ahlinya yaitu dermatolog."
Baca Juga: Menstruasi Bikin Wajah Jerawatan? Ini Tips Dokter untuk Mengatasinya
Belum lama ini, La Roche Posay memberikan akses dan keahlian dermatolog untuk lebih mudah diakses oleh konsumen yang memiliki masalah kulit berjerawat yaitu Effaclar Spotscan.
La Roche-Posay International Digital Services and Innovation Projects Manager - Pavel Tyutyae menjelaskan, untuk membangun algoritma yang akurat, pihaknya bekerjasama dengan dermatolog dunia untuk menganalisa lebih dari 7,000 sampel foto dari berbagai tipe kulit dan tingkat keparahan jerawat yang berbeda.
"Tingkat akurasi Effaclar Spotscan telah divalidasi melalui clinical study: 87 persen akurasi untuk jerawat meradang, 72 persen noda bekas jerawat, dan 61 persen komedo," tambahnya.
Ia menyebut teknologi Effaclar Spotscan dapat memberikan konsumen informasi yang mereka butuhkan, bagaimana mengatasi dan mencegah serta rekomendasi yang dipersonalisasi sebagai alat yang tepat untuk analisa awal tingkat keparahan jerawat.
Effaclar Spotscan dapat diakses secara gratis melalui website La Roche Posay Indonesia atau menggunakan perangkat smartphone iOS ataupun Android.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Kampung Bahari Digerebek Berulang, Mengapa Jaringan Narkoba Tak Kunjung Hilang?
-
Pertarungan Skutik Retro: Mending Yamaha Fazzio, Honda Scoopy, atau Honda Stylo 160?
-
DeepTalk | Putusan MK Bukan Larang Kuota Hangus, Provider Harus Apa?
-
Rumah Diperbaiki, Anak Dicarikan Kerja: Wajah Baru Program Pengentasan Kemiskinan di Jateng
-
Respons BEM UI Soal Status Bencana Nasional di NTT, Pimpinan DPR: Yang Penting Penanganannya
-
Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas
-
Warga Blokade Rel Kereta di Batubara Usai Lansia Tewas Tertabrak Kereta Api
-
Rizky Ridho Dicoret dari Timnas Indonesia? Ketua BTN Sumardji Bantah Keras
-
Stok Beras NTT Diperkuat 5 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar untuk Korban Gempa
-
HUT RI ke-81, Kilang Plaju Teguhkan Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional