Suara.com - Perubahan gaya hidup menjadi serba digital menawarkan kepraktisan dan kemudahan beraktivitas. Berbagai transaksi kini bisa dilakukan secara digital.
Di sisi lain, potensi buruk seperti penipuan online bisa terjadi jika individu tidak memahami keamanan digital. Belum lama ini, Indonesia digemparkan terkuaknya kasus penyelewengan dana umat oleh lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Insiden tersebut berpotensi menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait donasi digital. Komite Media Sosial Mafindo, Silma Agbas mendorong, setiap individu harus lebih waspada ke depannya.
“Bukan hanya donasi, lebih ke transaksi di sosial media, kita bisa mengecek nomor rekening melalui Cek Rekening, untuk mengetahui apakah nomor rekening tersebut penipu. Di sana tersimpan rekening-rekening yang sudah blacklist. Jadi kita bisa tahu rekening tersebut benar untuk donasi atau tidak,” kata Silma saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, seperti dalam keterangannya, Kamis, (18/8/2022).
Masyarakat, lanjut dia, harus melihat rekam jejak lembaga dan testimoni lembaga yang akan dijadikan tempat berdonasi. Telusuri aliran dana akan disuambang ke mana. Misal dialurkan ke panti asuhan, maka cek kebenaran alamat panti asuhan tersebut.
“Kita harus cek sedetail itu, karena itu hak kita untuk tahu, uang kita mau ke mana. Bukan berarti sudah donasi, kita ikhlas begitu saja. Justru kita harus mantau dan cek, sampai tidak uang kita,” kata Silma.
Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital.
Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.
Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Komite Media Sosial Mafindo, Silma Agbas. Kemudian Relawan TIK Bojonegoro, Sholikhin, S.Kom, serta mengundang Key Opionio Leader (KOL) dan Presenter, Indy Barends.
Baca Juga: Heboh Wanita Pacari dan Tipu 18 Pria Sekaligus, Padahal Sudah Menikah, Begini Endingnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
-
Dari Sunset hingga Pertunjukan Musikal, Ini 5 Cara Seru Menghabiskan Libur Panjang di Jakarta
-
Biaya Umrah di Hanania Travel Berapa? Disorot Usai Owner Tersandung Kasus Penipuan
-
Bulan Juni 2026 Ada Berapa Tanggal Merah? Cek Jadwal Libur dan Cuti Bersama
-
Keren! Remaja Ini Teliti Teh Kombucha Jadi Inovasi Medis Perban Ramah Lingkungan
-
30 Ucapan Hari Waisak 2026 Singkat Penuh Makna, Lengkap Link Twibbon dan Poster Siap Pakai
-
3 Shio Paling Beruntung Selama 1-7 Juni 2026, Hidup Diprediksi akan Lebih Baik
-
25 Link Poster Ucapan Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Download dan Dibagikan
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian