Suara.com - Seiring bertambah usia, masalah kulit semakin kompleks seperti berjerawat, flek hitam, juga pori-pori besar.
Selain faktor lifestyle, kehidupan yang makin modern juga ikut mempengaruhi kondisi kulit bisa makin buruk. Misalnya, penggunaan gawai terlalu lama, konsumsi tinggi gula, hingga jarang aktivitas fisik.
Dokter estetika dr. Olivia Ong menyampaikan kalau dirinya sering kedapatan pasien dengan permasalahan kulit lebih dari satu, bahkan pada mereka yang baru berusia remaja.
"Kalau dulu anak remaja jerawatan yan jerawat aja. Kalau sekarang anak remaja alami sensitif lah, terus komedo, ada flek di kulitnya, sudah agak kusam, kering karena AC. Jadi sudah banyak," ungkap dokter Olivia ditemui di Jakarta, Kamis (8/9/2022).
Menurutnya, hal itu terjadi karena remaja sering berganti-ganti produk skincare. Sehingga, masalah kulit belum benar-benar teratasi, mereka sudah beralih ke produk lain . Selain itu, cara merawat kulit juga terkadang terlalu kasar, terutama saat mencuci wajah.
"Intisarinya, stop perlakukan kulit secara kasar, back to neutral aja. Pelan-pelan dipelajari," pesannya.
Ia mengungkapkan, kebanyakan orang Indonesia mengalami masalah kulit berupa pori-pori besar, komedo, dan warna kulit tidak rata. Menurut dokter Olivia, penggunaan skincare pada dasarnya paling utama yakni, sabun cuci muka, toner, serum, dan sunscreen.
Khusus untuk sabun cuci muka, ia mengingatkan, pentingnya memilih facial wash sesuai kebutuhan agar kotoran terangkat menyeluruh sehingga tidak menjadi sumbatan.
"Kalau pakai foundation mau nggak mau kita triple cleanser. Kita harus pintar pilih cleanser. Kalau cuma sunscreen aja sama bedak bubuk pakai double cleanser, micellar water dan facial cleanser. Tapi pagi-pagi pakai facial cleanser aja cukup," paparnya.
Baca Juga: Tips Pilih Skincare Untuk Kulit Kering, Benarkah Kuncinya Ada di Sabun Muka?
Setelah itu, kulit wajah juga harus dipakaikan toner untuk kembali menetralkan pH kulit. Tahapan itu penting karena kadar pH pada Air terlalu tinggi atau bersifat basa. Efeknya dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kekeringan pada kulit.
"Habis (pakai toner) itu basic pore treatment, karena orang kita banyak sumbatan, beneran, deh. Sama sunscreen, itu penting, wajib," pesannya.
Pemilik brand skincare Ayom itu menambahkan bahwa dalam memilih produk perawatan kulir harus mengenal dulu masalah yang dialami. Menurutnya, permasalahan kulit yang paling banyak dialami orang Indonesia biasanya berupa pori-pori besar, jerawat dan komedo, serta warna kulit kurang merata.
"Back to basic dulu dengan membersihkan kotoran, bersihkan dengan tepat lalu kasih sunscreen tiap hari," kata dokter Olivia.
Berita Terkait
-
Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan
-
Tren Skincare Makin Berbasis Sains, Perawatan Kulit Kini Menyasar hingga Tingkat Sel
-
7 Ciri-Ciri Sunscreen Tidak Cocok di Kulit Wajah, Perlu Dihentikan Dulu
-
Kulit Wajah Kemerahan Pakai Skincare Apa? Atasi dengan 7 Kandungan Ini
-
Masyarakat Makin Sadar Kesehatan Kulit, Teknologi Kelas Dunia dan Dokter Andal Semakin Jadi Pilihan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi