Suara.com - Di momen Hari Batik Nasional 2022 pada 2 Oktober nanti, jadi saat yang tepat untuk mengenal beragam jenis batik, salah satunya Batik Mega Mendung asal Cirebon yang punya ciri khas dan keunikan tersendiri.
Pengrajin Batik sekaligus Founder Batik Trusmi, Sally Giovani bercerita batik mega mendung memiliki kekuatan magis tersendiri, yakni membuat emosi lebih tenang dan nyaman.
Bahkan fenomena kekuatan magis ini sudah ia alami sendiri, bahwa selelah apapun dan seemosi apapun saat memakai batik mega mendung membuat perasaannya lebih terkendali dan lebih sabar.
"Betul-betul (ngaruh ke emosi aku). Jadi kalau misalkan aku pake batik mega mendung jadi lebih wise gitu kan, lebih tenang, terus kalo pengen marah. Ih aku lagi pakai mega mendung, jadi harus sabar gitu, gak pake emosi," ujar Sally kepada suara.com di Interncontinental Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2022).
Menurut perempuan berusia 33 tahun ini, kekuatan magis batik mega mendung tidak lepas dari filosofinya, yang membuat pemakainya akan merasa berwibawa.
Ini karena motif batik mega mendung adalah awan mendung yang besar dan tinggi. Sehingga meski berada di atas, ia bisa menahan air karena mendung dan membuat teduh orang di sekitarnya.
"Mendung itu menahan panas entah amarahnya atau gimana. Jadi teman-teman semua buat yang belum punya batik mega mendung wajib punya batik mega mendung," terang Sally.
Lebih jauh ia juga bercerita tentang asal mula motif khas Cirebon ini tercipta, yang terinspirasi dari rasa cinta Sunan Gunung Djati yang ingin memberikan hadiah pernikahan untuk istrinya Ong Tien Nio.
Ong Tien Nio adalah putri kaisar China, yang awalnya beragama atau etnis Tionghoa, sehingga setelah seraya menyebarkan agama islam. Setelah ya mencari motif batik yang mengandung budaya China.
Baca Juga: Jelang Hari Batik Nasional, Gemasnya Koleksi Basundari: Perpaduan Mega Mendung dan Bunga Mawar
"Ternyata ada tuh di guci-gucinya (China) lukisan awan-awan, akhirnya Sunan Gunung Jati meminta pengrajin untuk membuat motif awan-awan untuk hadiah istrinya. Jadi itulah terjadinya motif mega mendung," tutup Sally.
Tag
Berita Terkait
-
Satu Kain, Sejuta Kisah: Intip Perayaan Hari Batik Nasional di Thamrin City!
-
Nikita Mirzani Tampil Memukau di Ruang Tahanan, Batik Anne Avantie Jadi Sorotan
-
Libatkan 27 Ribu Siswa, Gerakan Membatik Bersama Bunda PAUD Jateng Pecahkan Rekor Muri
-
Tak Lagi Pakai MUA Ternama, Penampilan Nikita Mirzani Tetap Cetar Didandani Salon Rutan
-
10 Twibbon Hari Batik Nasional, Tidak Perlu Download Bisa Langsung Pasang
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
-
5 Rekomendasi Smart TV 55 Inch Murah untuk Netflix and Chill
-
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
-
5 Merek Sepeda Lipat Lokal Sepremium Brompton, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Segera Dibuka: Cek Jadwal, Link dan Cara Daftarnya
-
Kronologi Nama Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Artinya?
-
Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?
-
10 Promo Skincare dan Makeup Viva Cosmetics Terbaru Februari 2026
-
Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Namanya Masuk Epstein Files
-
Belajar Menang dari Proses: Perjalanan Panjang Siswa Indonesia di Dunia Robotika Global