Suara.com - Nama besar bunga edelweis sepertinya tak lagi perlu digaungkan, karena reputasinya sebagai bunga abadi sangat kuat mengakar di benak setiap pendaki gunung. Edelweis diambil dari bahasa Jerman edel yang artinya mulia dan weiss berarti putih.
Dalam artikel singkat ini, Anda akan menemukan 7 fakta bunga edelweis yang terkenal, di luar kemampuannya bertahan dan kondisinya yang tidak mudah layu.
1. Salah Satu Jenis Bunga yang Tumbuh di Ketinggian
Bunga edelweis sendiri merupakan satu dari sedikit bunga yang tumbuh di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi yang dingin, bunga ini dapat tumbuh lebih baik dan subur.
Ukuran rata-rata bunga ini adalah 8 cm, namun pada kondisi tertentu yang subur dan baik, kelopaknya bisa berukuran hingga 12 cm.
2. Tidak boleh sembarang dipetik
Karena merupakan bunga yang langka dan hampir punah, bunga edelweis dilindungi oleh beberapa regulasi baku yang ada di Indonesia. Karenanya para pendaki dilarang memetik bunga edelweis liar di sekitar pegunungan.
Bahkan mengutip laman Menlhk.go.id, undang-undang pasal 33 ayat 1 melarang bunga edelweis dipetik. Dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem menyatakan kalau pemetik atau pencabut bunga edelweis akan dikenakan sanksi paling besar Rp 100 juta rupiah.
Jelas bukan urgensi perlindungannya?
Baca Juga: TikTokers Mukbang Jengkol Mini Pakai Bunga, Bibir Monyong Malah Bikin Salfok
3. Perangko Nasional
Pada tahun 2003 lalu, bunga edelweis pernah muncul sebagai salah satu desain dalam perangko nasional. Kantor Pos Indonesia meluncurkan desain khusus ini sebagai penghormatan pada bunga edelweis.
Ukuran dari perangko ini cukup kecil, dengan nominal Rp3.000.
4. Ditemukan Lebih Dari 200 Tahun Lalu
Bunga ini pertama kali ditemukan oleh Georg Carl Reinwardt, serang naturalis asal jerman pada tahun 1819. Hal ini berarti usia dari bunga ini sudah lebih dari 200 tahun sejak pertama kali ditemukan. Kekuatan bunga edelweis sudah terkenal, namun justru sebagai tumbuhan, keunikannya adalah akan mudah busuk jika terpapar terlalu banyak air.
5. Bagian dari Budaya Suku Tengger
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun