Suara.com - Kabar dugaan siapa selingkuhan Rizky Billar belum benar-benar terungkap hingga suami Lesti Kejora itu bebas dari jerat hukum kasus KDRT.
Saat akan meninggalkan Polres Jakarta Selatan, aktor 27 tahun itu ditanya awak media apakah ia kapok berselingkuh. Reaksi Billar hanya senyum-senyum kecil sambil mengatupkan tangan.
"Billar selingkuhannya di mana? Kapok selingkuh nggak?" tanya awak media ketika Billar baru keluar dari Polres Jakarta Selatan, dikutip dari akun @bundesthetic, Sabtu (15/10/2022).
Siapa pun mungkin tidak pernah mengira kalau akan menjadi korban perselingkuhan dalam suatu hubungan. Tetapi ada strategi yang dapat dilakukan untuk mencegah perselingkuhan
Psikologi di University of New Brunswick Profesor Lucia O'Sullivan mengungkapkan ada tiga strategi yang bisa lakukan untuk mencegah perselingkuhan.
Tetapi sebelum itu, O'Sullivan mengatakan kalau antar pasangan juga harus mau berkomunikasi tentang bagaimana mereka mendefinisikan perselingkuhan.
Dia mengatakan, penelitiannya menunjukkan orang biasanya tidak membahas apa arti "selingkuh" ketika mereka memasuki hubungan baru. Sefangkan setiap orang bisa memiliki pendapat yang berbeda tentang apa yang dimaksud dengan selingkuh.
Misalnya saja, apakah hanya berkirim pesan mesra tanpa hubungan pasti dengan orang lain sudah termasuk selingkuh. Atau, baru dikatakan selingkuh bila telah menjalin hubungan baru dengan status jelas.
Apabila hal itu tidak disepakati bersama, bisa menyebabkan miskomunikasi dan masalah hubungan di kemudian hari.
Baca Juga: Seruan Boikot Lesti Kejora Masih Ramai Disampaikan Publik ke KPI
Menurut O'Sullivan, masing-masing pasangan harus mengenali dan menghindari ketertarikan.
Secara alami, manusia selalu dihadapkan pada orang lain yang mereka anggap menarik. Jika seseorang ingin setia pada satu pasangan, mereka harus menghindari bertindak berdasarkan naluri itu, kata O'Sullivan.
Dia menemukan pasangan yang mempertahankan hubungan monogami, atau hanya satu pasangan, cenderung menggunakan tiga taktik berikut:
- Fokus pada pasangan mereka dan betapa hebatnya hubungan tersebut, yang berarti secara konsisten berinvestasi dalam hubungan melalui kencan malam dan bentuk keintiman lainnya.
- Mereka fokus pada hal negatif atau menjengkelkan ketika dihadapkan pada orang lain di luar hubungan yang dianggap menarik.
- Memikirkan akibat dari perselingkuhan dan semua yang akan hilang jika tidak setia.
Pada akhirnya, O'Sullivan menemukan orang-orang yang berhasil menarik perhatian mereka pada orang-orang di luar hubungan lebih mungkin untuk tetap setia.
Akan tetapi, menurutnya, jika seseorang bertindak berdasarkan ketertarikan secara verbal atau fisik ternyata lebih cenderung untuk selingkuh
Itu sebabnya orang-orang berpasangan yang bertindak berdasarkan ketertarikan mereka pada orang lain, bahkan secara halus, dapat tergoda untuk selingkuh, kata O'Sullivan.
Dia mengatakan, orang yang selingkuh sering menghabiskan waktu dengan apa yang dia sebut "orang lain yang menarik," yang merendahkan hubungan monogami yang sudah ada.
Ketika seseorang dalam hubungan monogami mengomunikasikan ketertarikan mereka kepada orang lain itu, baik secara verbal atau sebaliknya, itu juga membuka pintu untuk selingkuh, kata O'Sullivan.
Dia mengatakan orang-orang yang memperhatikan pola ini dalam diri mereka, tetapi ingin berhenti, harus lebih sadar akan pikiran dan tindakan mereka saat mereka merasakan dorongan untuk bertindak di luar hubungan resmi. Dengan lebih banyak latihan, mereka dapat menggunakan strategi pencegahan untuk lakukan selingkuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Empat dalam Pencarian, Nelayan di Pangandaran Ditemukan Tak Bernyawa 2 Kilometer dari Lokasi Awal
-
Jelang Sidang Tahunan, Komeng Minta Juara Satu Kepada Prabowo
-
Muzani Kutip Raja Ali Haji di Sidang MPR: Demokrasi Tak Makin Kuat karena Kita Keras Mencela
-
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.866
-
Daftar Weton Tibo Ratu, Si Anak Emas Primbon Jawa yang Selalu Beruntung
-
Mobil Terjemur Terik Matahari, Bagian Apa yang Perlu Jadi Sorotan?
-
HyperOS 4 Resmi Meluncur! Desain Kaca Mewah dan AI-nya Bisa Tebak Pikiran Pengguna?
-
Menag Pimpin Doa di Sidang Tahunan MPR 2026: Lindungi Kami dari Fitnah dan Pengkhianatan
-
Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat
-
Belanja Pengadaan Pemerintah Tembus Rp1.193 Triliun, Jadi Motor Ekonomi Hijau