Suara.com - Botol susu bayi sangat bermanfaat bagi para ibu dalam memberikan asupan ASI kepada anak disela kesibukan aktivitas lain.
Lantaran sering digunakan, ibu perlu memerhatikan kondisi botol dot tersebut agar kualitas ASI tetap optimal.
Sebenarnya tidak ada waktu khusus kapan botol susu tidak boleh digunakan lagi. Namun orangtua perlu mengetahui kondisi fisik yang menjadi tanda kalau kualitas botol sudah buruk.
"Kapan harus ganti botol, kalau sudah ada tanda goresan, baret, sudah ada berubah warna, itu harus diganti," kata General Manager Marketing Division Pigeon Anis Dwinastiti beberapa waktu lalu.
ASI mengandung lemak, sehingga apabila ada goresan pada botol susu dan andai tidak dibersihkan dengan sempurna, maka kuman dan bakteri rentan menempel atau masuk di sela goresan itu.
Goresan tersebut bisa saja terjadi akibat botol susu terbanting atau terkena hantaman benda tumpul. Selain itu, cara pencucian yang salah juga bisa menimbulkan bekas goresan.
"Yang harus diperhatikan kalau ada periode tanda fisik tersebut, ibu harus cermat melihatnya," pesannya.
Meskipun tidak ada goresan, tetapi warna botol sudah mulai menguning, Anis juga menyarankan sebaiknya botol susu tersebut jangan lagi dipakai.
Botol yang berubah warna jadi kekuningan itu bisa jadi karena proses pencucian tidak bersih atau juga dampak dari pemakaian simar UV untuk sterilisasi.
Baca Juga: Bahaya Banget! Ilmuwan Temukan Kandungan Mikroplastik Pada Air Susu Ibu
"Pencernaan bayi belum sempurna, jadi setelah dicuci harus disterilisasi lagi.Saat ini kemajuan alat sterilisasi juga sudah ada sinar UV."
"Namun dengan sterilisasi sinar UV, bahan botol akan mudah kusam. Sementara jika tidak jernih akan buat ibu tidak lihat botol dengan jelas," tuturnya.
Selain dari segi kualitas, Anis mengungkapkan kalau para ibu baru yang kini didominasi oleh kelompok milenial dan gen Z turut pengaruhi tren botol susu bayi.
Menurutnya, botol susu yang sekarang banyak diminati bukan hanya kualitasnya baik, tapi juga perlu estetik atau dengan desain yang bagus dan dianggap lucu.
"Pilihan warna sekarang lebih soft, kata anak zaman sekarang, warna cewek bumi gitu," kata Anis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan