Suara.com - Seringkali orang menganggap sepele personal branding di media sosial. Padahal personal branding bisa membatu mendatangkan cuan.
Dalam webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (30/10/2022) Praktisi Pendidikan & Sociopreneur, Kabupaten Bojonegoro, Kristiyuana,S.Pd,M.A, menjelaskan pentingnya membangun personal branding. Setiap orang bisa menentukan citra seperti apa yang ingin ditampilkan di dunia digital.
“Kita harus pandai membangun personal branding di era digital. Untuk menghasilkan konten-konten berhasil, gunakan personal branding-mu,” kata Kristiyuana dalam keterangannnya, baru-baru ini.
Sementara itu, Kreator Video, Angel Rosetia menambahkan, seorang konten kreator harus lebih dulu berusaha mengetahui dirinya sebelum berkarya. Misal, memiliki bakat nyanyi atau gambar, kemudian buatlah konten sesuai bakatnya. Siapa tahu konten tersebut menjadi For Your Page (FYP). Sebab, banyak orang yang hanya iseng buat konten tapi menjadi viral.
“Kita harus menjadi diri sendiri untuk mengembangkan konten sehingga mendapat cuan. Apa bakat kalian. Coba buat konten, kemudian upload di media sosial, tapi syaratnya harus positif,” kata Angel.
Sekarang ini, setiap orang bisa menghasilkan uang dengan berjualan dan tanpa jualan di dunia digital. Instagram Expert, Niko Julius menyebutkan, banyak media sosial bisa dimanfaatkan untuk meraih peluang cuan.
“Kuncinya, saat kita bermain media sosial untuk mengembangkan bisnis, entah itu sebagai konten kreator atau pebisnis. Teman-teman jangan pernah mendeskriditkan satu channel,” kata Niko.
Sebagai respons menanggapi perkembangan TIK, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital.
Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.
Baca Juga: 3 Tanda Dimana Kalian Mesti Jeda Sebentar Dari Media Sosial
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Lagi-lagi Taksi Green SM Tertemper KRL, Kali Ini Ringsek di Stasiun Karet
-
Pesan Digital ala Gen Z: Kenapa Stiker Chat Selalu Hadir di Setiap Obrolan?
-
Walhi Sebut Karhutla di Papua Makin Masif, Banyak Titik Api Berada di Konsesi Food Estate
-
Perang di Gaza, Warga Palestina Gunakan Toilet Darurat Zaman Purba
-
Kabar Gembira! Dedi Mulyadi Ungkap Tanggal Kepulangan ABK Sukabumi yang Terlantar di Fiji
-
Rekening Botok Masih Diblokir, Donasi Logistik Banjiri Posko AMPB di DPR
-
Sukses dengan The Old Country, Mafia Enggan Disamakan GTA
-
Lahan Kosong 5.000 Meter Persegi di Tallasa City Makassar Terbakar, Damkarmat Pastikan Tak Meluas
-
Ubah iPad Rasa MacBook! 3 Rekomendasi Keyboard Bluetooth Murah Mulai Rp130 Ribuan
-
Lagu 'Rumah' Salma Salsabil dan Mereka yang Sedang Mencari Tempat Pulang