Suara.com - Nikita Mirzani selama ini dikenal sebagai sosok artis yang kerap gonta-ganti pasangan. Meski demikian, Nikita Mirzani mengaku bahwa ia bukanlah perempuan yang langsung berhubungan seks saat baru bertemu lelaki.
Nikita Mirzani akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum berhubungan seks dengan lelaki tersebut.
"Aku tuh bukan sekali ketemu terus elo bisa tidurin gue. Enggak gitu sistem aku," kata Nikita Mirzani, mengutip podcast Melaney Ricardo yang tayang pada Senin (14/11/2022).
Nikita Mirzani mengaku harus saling mengenal satu sama lain ebih dahulu sebelum memutuskan berhubungan seks dengan seseorang.
Perimbangan yang dilakukan oleh Nikita Mirzani sebenarnya ialah langkah yang tepat untuk mengurangi risiko penularan penyakit seksual.
"Pergaulan bebas adalah salah satu contoh kelas perilaku berisiko tinggi," kata Deirdre Lee Fitzgerald, PhD, asisten profesor psikologi di Eastern Connecticut State University di Willimantic seperti dikutip dari Very Well Min.
"Ini sebanding dengan, dan mungkin bertepatan dengan, perilaku seperti minum berat. , berjudi, dan perilaku mencari sensasi lainnya seperti mengemudi terlalu cepat."
Mengapa orang memiliki banyak pasangan seksual? Ini menarik, kata Fitzgerald, atau, di antara rekan-rekan mereka, ini adalah semacam aktivitas yang memberi mereka status. Alasan lain: Ini membantu ”mereka menghindari berurusan dengan masalah emosional lain yang menantang”.
Jangan percaya mitos bahwa Anda tidak bisa terkena PMS kecuali Anda melakukan hubungan seksual atau bahwa Anda tidak bisa mendapatkannya dari seks oral atau anal. Banyak virus dan bakteri yang menyebabkan PMS dapat memasuki aliran darah Anda melalui luka kecil di mulut, anus, atau bagian luar alat kelamin Anda.
Baca Juga: Klaim Penjara Kayak Rumah Sendiri, Nikita Mirzani Bantah Frustasi: Semuanya Baik!
Berikut ikhtisar risiko fisik yang Anda hadapi dari pergaulan bebas:
PMS
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memperkirakan bahwa 19 juta infeksi PMS baru terjadi setiap tahun. Di antara PMS yang paling umum adalah klamidia, gonore, dan sifilis, tetapi yang paling umum adalah human papillomavirus (HPV). HPV dapat menginfeksi mulut atau alat kelamin, dan kebanyakan orang tidak tahu bahwa mereka terinfeksi. HPV telah dikaitkan dengan kanker serviks dan kanker mulut dan tenggorokan.
HIV dan AIDS
Punya banyak pasangan seksual dan memiliki PMS keduanya meningkatkan kerentanan Anda terhadap virus AIDS. Meskipun pendidikan dan pengobatan lebih baik, AIDS masih membunuh lebih dari 14.000 orang Amerika pada tahun 2007.
Kondisi kesehatan lainnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
Terkini
-
Usia 40 Pakai Sunscreen SPF Berapa? 7 Rekomendasi Untuk Cegah Penuaan Dini
-
5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
-
Cara Menghapus 'Open to Work', Fitur LinkedIn yang Dipakai Prilly Latuconsina
-
9 Promo Paket Viva Cosmetics dari Skincare hingga Bedak, Mulai Rp30 Ribuan
-
7 Rekomendasi Sunscreen untuk Pengendara Motor Sesuai Jenis Kulit
-
Bacaan Doa 'Allahumma Bariklana Fi Rajaba' Lengkap dengan Artinya
-
Kekayaan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang Pilih Jadi Petani Ketimbang Menteri Kepolisian
-
4 Pilihan Lipstik Lokal Anti-Geser untuk Pemakaian Sehari-hari
-
Alur Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Panduan agar Tidak Salah Langkah
-
Sertifikat Tanah Elektronik Apakah Wajib Dibuat Mulai 2026?