Suara.com - Menjelang pemilihan presiden 2024, Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta kepada relawannya agar tidak salah pemimpin.
Dalam acara silaturahmi akbar relawan Jokowi, ia nengatakan, harus memilih pemimpin yang bisa memikirkan rakyatnya. Menurut Jokowi pemimpin yang memikirkan rakyatnya ini dapat terlihat dari tanda-tanda fisik, seperti munculnya uban dan kejutan di wajah.
"Perlu saya sampaikan pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari mukanya itu kelihatan, dari penampilannya itu kelihatan, banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat, ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua ada," ujar Jokowi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).
"Saya ulang jadi pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari penampilannya, dari kerutan di wajahnya, kalau wajahnya cling bersih, tidak ada kerutan di wajahnya hati hati, lihat juga lihat rambut rambutnya, kalau rambutnya putih semua ini mikir rakyat ini," lanjutnya.
Ungkapan Jokowi menyebutkan pemimpin terlihat dari ciri fisik seperti munculnya uban dan kerutan di wajah ini dikarenakan strea memikirkan rakyatnya. Namun sebenarnya apa hubungannya dengan adanya kerutan di wajah?
Apakah kerutan muncul karena faktor penuaan saja, atau bisa disebabkan karena stres yang dialami?
Melansir laman Eating Well, keriput pada dasarnya muncul karena penuaan alami dalam tubuh. Hal ini menyebabkan kulit menjadi kurang elastis, serta terlihat lebih kering dan tipis.
Kondisi ini terjadi karena seiring bertambahnya usia, sel-sel kulit membelah lebih lambat, dan dermis mulai menipis. Hal ini membuat kulit menjadi lebih longgar dan membuatnya kendur serta keriput.
Lalu bisakah stres menyebabkan kulit seseorang mengalami keriput?
Baca Juga: Jokowi soal Pemimpin Berambut Putih, Pengamat: Kode Dukungan untuk Prabowo dan Ganjar
Ahli bedah plastik wajah bersertifikat Michael Somenek, MD, mengatakan, stres dapat memengaruhi penurunan produksi kolagen serta menyebabkan peradangan pada tubuh. Peradangan yang muncul ini membuat kolagen menjadi tidak fleksibel serta kaku. Hal tersebut mendorong adanya kerutan pada wajah.
Sementara itu, seorang dokter kulit bersertifikat di Riverchase Dermatology, Florida, Stacy Chimento, MD menuturkan, stres dapat mengurangi elastisitas kulit bahkan menyebabkan perubahan protein pada kulit. Hilangnya elastisitas itu yang menyebabkan kerutan pada wajah.
Stres juga dapat menyebabkan keriput terbentuk karena jumlah kortisol (hormon stres) yang tinggi dapat memecah kolagen dan elastin kulit. Oleh karena itu, kerutan di wajah dapat muncul akibat stres yang dialami.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong
-
Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah
-
4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya
-
Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi
-
Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya
-
Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija
-
4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!
-
Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?
-
Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya