Suara.com - Jika stres sudah melanda, ada banyak cara healing yang bisa dilakukan, khususnya bagi si introvert atau kepribadian tertutup yang biasanya berdiam diri di rumah atau di dalam kamar.
Menariknya, menurut Ahli Seni sekaligus Founder dan CEO of Ganara Art, Tita Djumaryo, cara healing untuk introvert lewat seni bisa dilakukan dengan mudah loh, bahkan tanpa perlu membeli lukisan atau karya seni yang mahal harganya.
Tita mengatakan, caranya hanya dengan menyiapkan alat tulis seperti pulpen, spidol ataupun pensil dan selembar kertas kosong.
"Jadi yang lagi sedang kesulitan kontrol emosi, paling mudah itu pakai spidol atau pulpen tidak perlu melukis wajah yang menyulitkan, di kertas kosong tarik satu garis lurus sambil menarik napas dan setelah selesai dihembuskan," ujar Tita dalam acara pembukaan Wardah Color Fit Beauty Moves You Art Journey di Astha, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2022).
Tita mengatakan metode ini bisa diulang terus menerus hingga perasaan kesal, marah, sedih dan berbagai emosi negatif lainnya mereda. Bahkan ia juga menyarankan melakukan metode itu sambil menutup mata.
"Aku suka tutup mata, nanti akan membuat bentuk abstrak yang akan saling bersinggungan dan membentuk motif," paparnya.
Metode ini sangat disarankan jika sedang mengikuti rapat yang menguras energi dan emosi, atau bahkan stres saat menghadapi kabar kurang mengenakan, sehingga bisa jadi pelampiasan energi.
Tapi Tita juga mengingatkan jika healing adalah proses penyembuhan dan panjang, sehingga metode ini tidak bisa menyembuhkan masalah kesehatan mental, tapi bisa salah satu cara meredakan emosi yang sesekali hilang dan timbul.
Sedangkan untuk menghilangkan atau healing dari trauma perlu berkonsultasi pada psikolog. Apalagi banyak orang yang salah paham tentang definisi healing.
Sementara itu mengutip Hello Sehat healing adalah proses penyembuhan luka batin bukan dengan obat, melainkan dengan mengeluarkan perasaan maupun emosi yang terpendam di dalam tubuh.
Baca Juga: Pulihkan Semangat, PIKK PLN Hadirkan Sesi Trauma Healing Bagi Penyintas Gempa Cianjur
Luka batin yang berlangsung dalam waktu lama bisa membuat seseorang merasakan stres kronis, depresi, dan gangguan kecemasan yang semakin memperburuk kesehatan mental.
Parahnya lagi, hal ini bisa membuat seseorang melukai diri sendiri atau mencoba bunuh diri.
Mengobati luka batin utamanya memang dengan bantuan tenaga kejiwaan profesional, seperti psikolog atau psikiater. Di dalam perawatannya, healing mungkin menjadi salah satu hal yang perlu diterapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta
-
7 Hal yang Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum
-
Sampai Kapan Batas Penukaran Uang Baru 2026? Ini Cara dan Aturannya
-
10 Menu Buka Puasa Ibu Hamil, Baik untuk Kesehatan dan Perkembangan Janin
-
Anti-Mainstream! Fuji dan Erika Carlina Bocorkan Tempat Ngabuburit Kece di Tepi Laut Jakarta
-
Doa Apa yang Perlu Dibaca saat Zakat Fitrah?
-
4 Niat Zakat Fitrah, untuk Diri Sendiri hingga untuk Keluarga
-
Apa Hukum Meminta THR dalam Islam? Jangan Memaksa, juga Jangan Menolak