Suara.com - Seorang wanita membagikan kisahnya saat sempat memiliki berat badan hanya 15 kilogram di usia 27 tahun. Ia adalah Lora Marsh, wanita yang viral hingga nyaris di ambang kematian karena terlalu kurus.
Melansir dari News Week, Lora Marsh menderia gangguan makan anoreksia sejak berusia 13 tahun. Ia sampai masuk ICU pada Februari 2022 lalu.
Dirinya lantas menyadari adanya kemungkinan meregang nyawa. Dia pun menyiapkan surat kuasa untuk sang ibu.
"Tubuhku mati sendiri. Aku menyadari bahwa aku membutuhkan bantuan jika aku ingin hidup," kata Lora.
Lora mendapatkan perawatan intensif selama 10 bulan dan berangsur membaik. Tubuhnya yang semula tampak sangat kurus pun mengalami perubahan yang cukup drastis di akhir tahun 2022.
Lora sempat membagikan foto sebelum dan sesudah dirinya mendapatkan perawatan intensif. Foto itu ia unggah melalui akun Twitter PixieStrmDesign.
"Sungguh gila untuk berpikir bahwa 10 bulan yang lalu saya menandatangani Surat Kuasa untuk memberikan hak hukum kepada ibu saya jika saya meninggal. Dan sekarang di sini saya dalam pemulihan dan mendapatkan hidup saya kembali," tulis Lora dalam cuitan tersebut.
Hingga Senin (2/1/2023), unggahan ini sudah disukai oleh lebih dari 100 ribu akun di Twitter.
Selain anoreksia, Lora juga didiagnosis mengidap bulimia. Kondisi tersebut membuat seseorang makan secara berlebihan dan memuntahkannya setelah itu.
Baca Juga: Kenali 4 Jenis Gangguan Makan yang Harus Kamu Hindari
Lora mengungkapkan bahwa kedua orang tuanya juga berjuang dengan gangguan makan. Sang ayah menderita bulimia dan ibunya menderita anoreksia ketika remaja.
Orang di keluarganya terus mengikuti tren diet dan selalu mencoba menurunkan berat badan. Hal tersebut kemudian secara tidak sengaja tertanam di kepalanya.
"Aku tidak pernah merasa cukup baik dengan tubuhku," ungkap Lora.
Lora mendapatkan perawatan di The Medical University of Carolina yang memiliki unit pemulihan gangguan makan khusus. Selama 6 minggu, Lora harus belajar makan dengan normal karena tubuhnya kesulitan mencerna makanan yang bukan cairan.
Setelah 10 bulan pemulihan, Lora merasakan kualitas hidup yang meningkat pesat dan tak lagi merasa terbatas dalam kehidupan sehari-harinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia
-
Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!
-
Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?
-
SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September
-
Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital
-
Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!
-
Pertamina Pastikan Pasokan BBM NTT Aman Usai Gempa, 11 Truk Tangki Dikirim via Kapal Feri
-
Ramalan Keberuntungan Shio Tikus 19 Agustus 2026, Ada Peluang Rezeki di Tengah Tantangan
-
7 Cara Mengatasi Kulit Wajah yang Makin Tipis dan Sensitif di Usia 40