/
Minggu, 09 Oktober 2022 | 20:50 WIB
Ilustrasi-Gangguan makan atau eating disorder (istockphoto/motortion)

Sukabumi.suara.com - Gangguan makanan atau eating disorder merupakan suatu gangguan mental. Gangguan makan umumnya terjadi saat seseorang berperilaku secara terus-menerus yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, baik fisik maupun psikososial.

Eating disorders umumnya mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Umumnya perilaku ini akan menimbulkan berbagai macam gangguan seperti anoreksia, dimana pengidapnya merasa memiliki berat badan yang berlebih sehingga ia membatasi pola makannya dan sang penderita akan mengalami masalah kekurangan gizi. Oleh sebab itu kita harus mewaspadai dan mengetahui beberapa gangguan makanan, seperti:

1. Anoreksia Nervosa

Umumnya penderita anoreksia nervosa memiliki jumlah penderita paling banyak di antara gangguan makan lainnya. Umumnya penderita anoreksia nervosa didominasi oleh remaja dan atau dewasa muda perempuan. 

Anoreksia nervosa merupakan gangguan makanan pada penderita yang merasa bahwa tubuhnya selalu memiliki berat badan yang berlebih sehingga mereka akan membatasi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh mereka. Walaupun asupan gizi mereka menunjukkan kategori kurus ataupun sangat kurus, tetapi mereka tetap membatasi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh mereka. 

Mengutip dari laman psychiatry online,   gejala yang timbul dari anoreksia nervosa yaitu : mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sangat terbatas, takut akan kenaikan berat badan, serta menginginkan bentuk tubuh yang sekurus mungkin.

2. Bulimia Nervosa

Kebalikannya dengan anoreksia nervosa, bulimia nervosa akan memakan sejumlah makan dalam porsi yang banyak dalam satu waktu. Namun mereka akan memuntahkan makanan yang telah mereka makan dengan bantuan obat pencahar ataupun dengan olahraga yang berlebihan. Tetapi bulimia nervosa memiliki tujuan yang sama dengan anoreksia nervosa yaitu tidak mau menaikan berat badannya. 

Baca Juga: Jadwal Liga Inggris, Minggu (09/10); Bigmatch Arsenal Melawan Liverpool, Man Utd ditantang Everton

Berdasarkan penelitian dari National Institute of Mental Health, bulimia nervosa akan menyebabkan dampak buruk, seperti radang tenggorokan, kelenjar ludah bengkak, enamel gigi yang aus, kerusakan gigi, refluks asam, iritasi usus, dehidrasi parah, dan gangguan hormonal. 

3. Binge eating disorder

Sama dengan bulimia nervosa, binge eating disorders akan memakan sejumlah makanan dalam satu waktu tetapi tidak akan dimuntahkan. Umumnya penderita binge eating disorder akan makan dengan cepat, serta memilih makan sendiri agar orang lain tidak mengetahui sebanyak apa makanan yang dikonsumsinya. Berat badan berlebih serta perasaan malu akan bentuk tubuh yang gemuk menjadi salah satu faktor pencetus binge eating disorder ini. Penderita binge eating disorder dapat memiliki risiko penyakit seperti jantung, stroke, atau diabetes tipe 2. 

4. Pica

Pica merupakan salah satu jenis gangguan yang penderitanya ingin memakan atau menyukai konsumsi benda-benda atau bahan-bahan yang bukan merupakan makanan. Adapun contohnya seperti kertas, lilin, sabun, kain, dan sebagainya. 

Gangguan makan jenis ini biasanya disebabkan oleh cacat intelektual, gangguan spektrum autisme, hingga skizofrenia. Penderita pica yang tidak segera ditangani berpotensi mengalami keracunan makanan, kurang gizi, infeksi, hingga cedera usus.

Itulah empat gejala yang termasuk ke dalam eating disorder yang perlu kamu ketahui, semoga bermanfaat.  

Sumber:  yoursay.suara.com 

Load More