Suara.com - Seorang perempuan muda di Jambi berinisial NT (25) bikin geger, setelah dirinya yang diketahui memiliki rental PS (PlayStation) melakukan pelecehan seksual pada 11 anak, yang kini diketahui bertambah hingga 17 anak.
Pelaku yang berasal dari Alam Barajo, Kota Jambi ini merayu anak-anak berusia antara 8-15 tahun untuk mengikuti kehendak bejatnya. Mulanya NT menyuruh korban untuk menontonnya berhubungan seks dengan suaminya dari sebuah lubang atau celah jendela rumahnya.
Setelah NT berhubungan intim dengan suaminya, ia lantas menghampiri anak-anak dan menyuruh mereka untuk memegang payudaranya. Selain itu para korban juga disuruh menonton film porno oleh perempuan tersebut.
Bukan cuma itu, dalam kejadian yang sudah berulang kali dilakukan ini, NT juga kerap memegang kemaluan anak-anak. Anehnya, kasus ini justru terungkap ketika dirinya melapor ke polisi karena mengaku mengalami pelecehan seksual oleh anak-anak di bawah umur.
Setelah dilakukan penyelidikan ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Di mana NT lah yang memaksa sejumlah anak laki-laki untuk memegang kelaminnya.
"Saat ditanya kepada anak-anak, dia mengancam anak agar memegang alat kelaminnya, pada saat suami pelaku tidak dirumah," ungkap Supriyadi salah satu orang tua korban.
Pelecehan seksual yang dialami anak-anak menimbulkan dugaan NT memiliki salah satu bentuk gangguan eksibisionisme, di mana pelaku biasanya senang memperlihatkan alat kelamin mereka kepada orang asing baik kepada anak praremaja, orang dewasa atau keduanya, yang tidak menaruh curiga, dan menjadi terangsang secara seksual saat melakukannya.
Dilansir MSD, bagi sebagian orang, eksibisionisme diekspresikan sebagai keinginan kuat agar orang lain menonton tindakan seksual mereka. Orang-orang seperti itu ingin dilihat oleh audiens yang setuju, daripada mengejutkan orang.
Orang dengan bentuk eksibisionisme ini biasanya akan membuat film porno atau menjadi penghibur dewasa. Sehingga mereka jarang bermasalah dengan keinginan mereka dan karenanya mungkin tidak termasuk memiliki gangguan kesehatan mental.
Dijelaskan Psychology Today, kondisi ini dianggap sebagai gangguan paraphilic, yang mengacu pada pola gairah seksual atipikal yang persisten dan intens yang disertai dengan tekanan atau gangguan yang signifikan secara klinis.
Prevalensi eksibisionisme tidak diketahui, tetapi diperkirakan mempengaruhi sekitar 2-4 persen populasi lelaki. Kondisi ini lebih jarang terjadi pada perempuan, karenanya perkiraan prevalensi di antara perempuan tidak diketahui.
Penyebab
Sebenarnya sangat sedikit informasi tentang faktor risiko dari perkembangan gangguan eksibisionistik, namun pada lelaki inu dapat mencakup gangguan kepribadian antisosial , penyalahgunaan alkohol, dan minat pada anak dan praremaja.
Faktor lain yang mungkin terkait dengan eksibisionisme termasuk pelecehan seksual dan emosional selama masa kanak-kanak dan keasyikan seksual di masa kanak-kanak.
Beberapa orang yang menampilkan perilaku eksibisionistik terlibat dalam paraphilia lain juga, dan oleh karena itu sering dianggap hiperseksual.
Berita Terkait
-
Lecehkan Anak 8-15 Tahun di Rental PS Miliknya, Perilaku Perempuan Muda di Jambi Termasuk Pedofilia?
-
Korban Pelecehan Seksual Ibu Muda Di Jambi Jadi 17 Anak: Ada Adegan Syur Di Kamar, Toilet Hingga Ruang Tamu
-
Diimingi Main PS Gratis, Mamah Muda Lecehkan 11 Anak di Jambi: Suruh Nonton Film Porno Sama Pegang Organ Intim Pelaku
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Berangkat Cerdas: Mengubah Lelah Menjadi Faedah di Bangku Transportasi Umum
-
Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan
-
Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026
-
Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut
-
Usai Mundur, Nanik Spill Tipis-tipis Sosok Kepala BGN Baru: Siap Jewer kalau Menyimpang
-
Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
-
Cukai Vape Sumbang Rp2,8 T, Bea Cukai Wanti-wanti Ledakan Produk Ilegal Ancam Penerimaan Negara
-
Kebijakan Pemerintah Ini Bikin Bisnis Akar Rumput Untung, BBRI Ikutan Cuan
-
Lampu Hijau Peluncuran! Sertifikasi Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Terbit