Suara.com - Orgasme saat berhubungan seks dinilai sebagai puncak kenikmatan aktivitas intim suami istri. Apalagi jika berhasil membuat wanita orgasme di ranjang, yang dinilai lebih sulit secara umum.
Lantas bagaimana cara membuat wanita orgasme? Menurut Seksolog, Dokter Boyke beberapa waktu lalu bahwa hubungan seksual adalah aktivitas dua orang yang harus sama-sama menikmati kegiatan tersebut.
Tapi sayangnya, banyak wanita tidak bisa orgasme karena titik rangsang atau grafenberg spot alias g-spot tidak tersentuh pasangan.
G-spot adalah titik tertentu pada tubuh vagina yang sangat sensitif. Jika sudah tersentuh maka bisa menyebabkan sangat terangsang dan bisa memberikan kenikmatan tertinggi saat berhubungan seks.
"Hanya 70 persen wanita memiliki g-spot, sedangkan sisanya 20 persen bisa dicari oleh lelaki yang umumnya berada di serviks atau leher rahim, payudara dan vagina bagian dalam," ujar Dokter Boyke beberapa waktu lalu.
Berikut ini tips membuat wanita orgasme dan membuat aktivitas ranjang semakin membara menurut Dokter Boyke, dan mengutip Everyday Health, Rabu (15/2/2023).
1. Perhatikan Waktu Terbaik Berhubungan Seks
Menurut dokter yang bernama lengkap dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, M ini mengatakan wanita memiliki waktu terbaik agar ia bisa mendapatkan orgasme, yaitu jam tertentu di malam hari.
"Jam terbaik untuk mendapatkan orgasme yaitu 70 persennya di jam 11 hingga 12 malam," ujar Dokter Boyke.
Baca Juga: Gairah Seksual Mulai Menurun? Jangan Khawatir, Atasi Dengan Konsumsi Makanan ini...
2. Bisa Menggunakan Jari
Meskipun penetrasi penis ke dalam vagina bisa membuat wanita orgasme, tapi jika dilakukan dengan jari bisa menimbulkan sensasi tersendiri. Apalagi g-spot di dalam vagina itu perlu teknik khusus untuk menyentuhnya, selaiknya seperti mengoles seperti menulis di atas kaca berembun.
"Jadi kita jangan terlalu masuk tangannya, kita cari sepertiga bagian atas, lalu kita meraba agak dalam tidak boleh terlalu keras, tidak boleh terlalu tekan, karena terlalu keras dia nggak akan enak di g-spotnya malah sakit," jelasnya.
3. Luangkan Waktu Foreplay Lebih Lama
Kerap dianggap sepele, foreplay sangat dibutuhkan wanita untuk benar-benar terangsang sebelum melakukan aktivitas seksual. Tidak hanya dengan sentuhan, foreplay atau pemanasan juga bisa dilakukan secara emosional.
Foreplay bisa dilakukan beberapa jam sebelum penetrasi terjadi, dan setiap menitnya wanita juga akan bertambah hasratnya sehingga lebih mudah alami orgasme.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
5 Cushion Anti Keringat untuk Pekerja Kantoran, Makeup Tetap Fresh dan Tak Luntur
-
Rekam Jejak Roby Tremonti, Aktor yang Terseret Isu Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Daftar Wilayah DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Petir hingga Pukul 15.00 WIB Hari Ini
-
5 Hair Tonic untuk Menumbuhkan Rambut, Ampuh Atasi Kerontokan dan Kebotakan
-
4 Sepatu Sneakers Wanita Mulai Rp100 Ribuan, Empuk dan Anti Lecet Dipakai Jalan
-
Kenapa Korban Grooming Seperti Aurelie Moeremans Cenderung Diam? Waspadai Ciri-cirinya!
-
5 Moisturizer Terbaik Harga Pelajar untuk Mencerahkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Alasan Aurelie Moeremans Terbitkan Buku Broken Strings secara Gratis
-
5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Apa Itu Child Grooming dan Bahayanya Pada Anak?