Suara.com - Perseteruan Bunga Zainal dan Ria Ricis bikin heboh belakangan ini. Sampai-sampai sederet publik figur lain ikut membahasnya. Termasuk Cut Tari, Ersa Mayori, Indra Herlambang dan Uli Herdinansyah.
Mulanya, Indra Herlambang dan Cut Tari menceritakan awal mula Bunga Zainal berseteru dengan Ria Ricis, karena senyumannya yang tak berbalas di sebuah acara. Menurut mereka, tak ada yang salah di antara kedua artis itu.
Baik Indra juga Cut Tari juga enggan membela siapa pun antara Bjnga Zainal dan Ria Ricis.
Meski begitu, Indra Herlambang juga paham beberapa orang memiliki wajah judes ketika diam. Hal itu yang mungkin juga dimiliki oleh Ria Ricis.
"Kalau dari sisinya Ricis, gue juga mengerti. Karena gue juga introvert dan gue kalau lagi nggak senyum itu orang bilangnya gue judes," kata Indra Herlambang.
Cut Tari dan Ersa Mayori juga merasa memiliki wajah judes ketika sedang diam, meskipun tidak berniat begitu terhadap orang lain.
"Cetakan mukanya guys, jadi ada beberapa orang yang memang face-nya begitu. Muka istirahatnya judes," kata Indra Herlambang
Kok bisa orang memiliki raut wajah judes secara alami?
Sebuah studi berjudul Throwing Shade: The Science of Resting Bitch Face (2015) menjelaskan bahwa fenomena muka jutek atau resting bitch face merupakan hal yang nyata.
Baca Juga: Menjilat Miss V Istri Saat Foreplay Sebelum Bercinta, Boleh Nggak Ya Menurut Hukum Islam?
Penelitian itu dilakukan Abbe Macbeth dan Jason Rogers dari Noldus Information Technology, yaitu sebuah perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak bernama FaceReader.
Perangkat lunak itu dapat membaca ekspresi manusia. Dalam studi, para peneliti berusaha untuk menganalisis wajah para selebritas Hollywood, Amerika Serikat.
Hasilnya, peneliti menemukan rata-rata ekspresi wajah manusia terdiri dari 97 persen ekspresi wajah netral dan 3 persen sisanya menunjukkan emosi kecil, seperti sedih, senang, atau marah, dikutip dari Hello Sehat.
Namun, orang yang berwajah jutek tingkat emosinya naik hingga 6 persen atau dua kali lipat. Melalui hasil pemindaian foto, sebagian besar emosi yang diekspresikan orang dengan muka judes ialah ekspresi menghina atau meremehkan.
Emosi ini bisa dilihat dari isyarat kecil, seperti menyipitkan mata atau menarik salah satu sudut bibir. Ini sendiri diartikan sebagai perasaan bahwa ada sesuatu yang patut dicemooh.
Pada akhirnya, bentuk wajah berperan besar dalam membentuk kesan jutek pada seseorang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan