Suara.com - Ketupat menjadi salah satu hidangan wajib saat Lebaran, yang biasa tersaji di meja makan umat Muslim di Indonesia. Meski sudah menjadi hidangan favorit masyarakat, cara memasak ketupat agar matang sempurna, dan memiliki tekstur yang legit masih sering menjadi kendala saat memasaknya.
Seperti diketahui, ketupat juga harus dimasak dalam waktu berjam-jam di atas kompor, yang tentu saja membuat gas akan cepat habis. Belum lagi pemilihan beras dan isian yang harus pas, agar ketupat matang dengan baik dan tidak cepat basi juga perlu diperhatikan. Lantas, bagaimana ya cara memasak ketupat yang mudah?
Untuk diketahui, Anda bisa mencoba rumus 20-30-20-30 saat memasak ketupat agar matang sempurna dengan tekstur yang legit, tak mudah basi sekaligus irit gas.
Cara memasak ketupat 20-30-20-30, maksudnya adalah Anda perlu ketupat dalam air mendidih selama 20 menit dengan api sedang, lalu matikan api dan istirahatkan 30 menit di kompor, lalu masak lagi ketupat selama 20 menit dengan api sedang, lalu matikan api dan istirahatkan lagi ketupat selama 30 menit. Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk memasak ketupat hanya sekitar 40 menit.
Ingin tahu selengkapnya? Dikutip dari video YouTube Lin's Cake, berikut cara memasak ketupat hemat gas dan praktis yang bisa Anda coba.
Bahan:
Beras secukupnya, dicuci bersih lalu tiriskan
Kulit ketupat secukupnya, cuci bersih
Tips:
Baca Juga: Polisi di Purwakarta Bakal Beri Pengamanan Saat Libur Lebaran di Tempat Wisata
Gunakan panci besar agar semua bagian ketupat terendam air
Isi beras 1/2 - 3/4 dari kulit ketupat
Setelah menyiapkan semua bahan untuk membuat ketupat, kini saatnya Anda mengikuti langkah demi langkah cara membuat ketupat untuk Lebaran.
Cara membuat ketupat hemat gas:
1. Masukkan beras ke dalam ketupat satu persatu dengan takaran yang sudah dijelaskan.
2. Siapkan panci, masukkan air yang banyak ke dalam panci agar semua bagian ketupat terendam, biarkan hingga mendidih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?