Suara.com - Presiden Joko Widodo membagikan sembako kepada ratusan buruh gendong di Pasar Legi Solo saat mudik di kampung halamannya itu menjelang Lebaran 2023.
Presiden ditemani oleh cucu pertama, Jan Ethes Srinarenda yang mengenakan baju senada berwarna oranye.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi turut membagikan amplop berisi uang, baik kepada pedagang maupun pembeli yang kebetulan datang ke Pasar Legi.
"Antre, jangan berdesak-desakan," kata Presiden sambil membagikan amplop.
Giarti, seorang warga yang menerima amplop mengaku sangat senang bisa mendapatkan amplop dari Jokowi.
"Ya senang, apalagi tadi nggak sengaja ke sini. Mau beli lauk malah ketemu pak presiden, jadi sekalian ikut antre," katanya.
Uang sebesar Rp250.000 yang didapatkannya dari Jokowi itu akan digunakan untuk membeli lauk untuk makanan Lebaran nanti.
"Ya buat tambah-tambah beli lauk," katanya.
Seorang buruh panggul bernama Ngatimin juga senang bisa mendapatkan sembako dari Jokowi. Buruh panggul yang sudah bekerja di Pasar Legi sejak 20 tahun lalu ini tahu akan ada pemberian sembako oleh presiden dari mandornya.
Baca Juga: Pemudik Melintas di Tol Fungsional Solo-Yogyakarta
"Dikasih kupon sama mandor saya, terus hari ini jam 13.00 disuruh datang ke sini. Alhamdulillah dapat sembako, terima kasih Pak Jokowi," katanya.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi mengatakan hari ini Presiden Jokowi menyapa para kuli panggul dan buruh gendong di Pasar Legi dan dijadwalkan juga di Pasar Gede.
"Beliau sekaligus memberikan bingkisan, ada 170 penerima di Pasar Gede dan 730 penerima di Pasar Legi," katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Pemudik Melintas di Tol Fungsional Solo-Yogyakarta
-
Ide Kue Nastar Lebaran 2023, Motif Perasan Jeruk
-
Nikmati Cuti Bersama, Jokowi Bagi-bagi THR ke Pedagang dan Buruh Panggul di Pasar Legi Solo
-
Muhammadiyah Sudah Tentukan Lebaran, Ini Lokasi Salat Idul Fitri di Kota Solo pada Jumat 21 April 2023
-
Asa Menjadi PRT Infal Demi Cuan, Cerita Atminati Rela Tinggalkan Keluarga Saat Hari Raya
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Pramono Anung Mau Sulap 153 Pasar Jakarta Jadi Destinasi Global
-
KPK Buka Peluang Panggil OSO Usai Menag Nasaruddin Beri Klarifikasi Soal Jet Pribadi
-
Dari Asrama ke Arena, Siswa Sekolah Rakyat Tumbuh Jadi Atlet Karate
-
Ibu Tiri Aniaya Anak hingga Tewas, DPR Desak Sistem Perlindungan Diperkuat hingga Level RT/RW
-
Keadilan untuk Arianto Tawakal: Kakak Korban dan 12 Orang Jadi Saksi dalam Sidang Etik Oknum Brimob
-
Nadiem Makarim Bantarkan Sidang Korupsi Akibat Pendarahan Hebat hingga Masuk Rumah Sakit 4 Hari
-
BGN Atur Skema MBG Selama Libur Lebaran, Begini Teknis Distribusinya
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
ABK Dituntut Hukuman Mati terkait Sabu 2 Ton, DPR Ingatkan Hakim: Itu Opsi Terakhir
-
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp140 Ribu di Awal Ramadan, Ini Penyebab Utamanya