Suara.com - Denise Chariesta menumpahkan kekesalannya terhadap mantan kekasih yang berinisial JK. Sebab, JK dinilai sedang playing victim dan punya sifat kasar.
Keduanya diketahui sudah mengenal satu sama lain dalam waktu yang lama. Sempat merasa JK adalah pria yang cocok untuknya, Denise kini mengakui apa yang diucapkan JK hanyalah bualan.
“Sebenernya dia denial aja sih, playing victim karena dia alcoholic dan menurut gue dia harus rehab,” terang Denise di kanal YouTube pribadinya, dikutip pada Kamis (20/4/2023).
Sifat playing victim JK akan muncul dan memuncak saat ia sedang mabuk. JK seringkali mencaci maki, memojokkan dan menuduh Denise hal yang tidak-tidak. Tak tanggung-tanggung, JK sampai meminta Denise untuk melakukan tes DNA soal kehamilannya.
“Dia udah keterlaluan playing victim sih. Cerita ke orang-orang yang gak ada jadi ada, karena supaya menutupi kesalahan dia. Dia cerita ke temen-temennya itu banyak banget,” ujar Denise.
Melansir dari laman PsychCentral, playing victim atau victim mentality adalah ketika seseorang merasa sebagai korban di berbagai situasi, bahkan ketika bukti menunjukkan sebaliknya.
Dr. Julie Landry, PsyD, psikolog klinis di San Antonio, Texas mengatakan kalau pola pikir seseorang yang melakukan playing victim berkembang karena pengalaman buruk atau traumatis di masa lalu. Lebih lanjut, Landry menuturkan bahwa ada faktor yang mungkin bisa menjadi penyebab seseorang menjadi playing victim.
“Tidak memiliki kendali atas diri sendiri saat mengalami berbagai situasi, rasa sakit emosional yang berkelanjutan membuatnya tak berdaya, dan adanya pengkhianatan dari orang terdekat.”
Bahkan, bagi seseorang yang kecanduan alkohol dan obat-obatan lebih rentan menjadi seorang pelaku playing victim. Hal tersebut dikarenakan ia yang tak berdaya untuk mengubah keadaan yang sedang dialami.
Ciri-ciri Playing Victim
Ada pun ciri-ciri dari seseorang yang playing victim yang bisa dilihat berdasarkan perilaku, mental, hubungan dan emosionalnya.
Tanda-tanda perilaku: Sering menyalahkan oranglain saat melakukan kesalahan, sulit bertanggungjawab, menghakimi oranglain, sabotase diri dan hanya bergaul dengan orang-orang yang berpikir sepertinya.
Tanda-tanda mental: merasa tidak aman/adil, pesimis, merenung, ada pikiran untuk mengakhiri hidup.
Tanda-tanda hubungan: Sulit untuk percaya pada orang lain, empati terbatas pada orang lain, sulit menerima kritikan.
Tanda-tanda emosional: Merasa cemas, depresi, kebencian pada orang lain, isolasi sosial. (Shilvia Restu Dwicahyani)
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Cara Cek Desil Bansos dengan Mudah, Periksa Sekarang Jangan Sampai Terlewat!
-
Kapan Mulai Sholat Tarawih 2026? Ini Penetapan Tanggal 1 Ramadhan 1447 H Resmi
-
Bank Buka Lagi Kapan? Ini Jadwal Buka BRI, BCA, hingga Mandiri usai Libur Imlek 2026
-
Apakah Retinol Bisa Dipakai untuk Kulit Kering? Ini 5 Rekomendasi Produk yang Ringan
-
Bukan Cuma Masjid Jogokariyan! Ini 6 Lokasi 'Emas' Takjil Gratis Ramadan 2026 di Jogja
-
Sunscreen Apa yang Bisa Bikin Glowing? Ini 5 Pilihan Mulai Rp29 Ribuan
-
25 Kata-Kata Ucapan Selamat Imlek 2026 dari Muslim yang Benar dan Sopan
-
Resep Kue Keranjang Goreng, Renyah di Luar Kenyal di Dalam
-
25 Link Contoh Undangan Buka Puasa Bersama, Bisa untuk Alumni hingga Teman Kantor
-
Makna Tahun Kuda Api di Perayaan Imlek 2026, Pakar Feng Shui: FOMO, Ambisi, dan Risiko Burnout