Lifestyle / Komunitas
Senin, 16 Februari 2026 | 11:37 WIB
Ilustrasi Tahun Kuda Api 2026. (freepik)
Baca 10 detik
  • Tahun Kuda Api 2026 memiliki kombinasi energi api besar dan kecil.

  • Masyarakat diingatkan waspada terhadap sikap FOMO dan ambisi berlebihan tahun ini.

  • Kesehatan mental dan pengendalian diri juga perlu diperhatikan di Tahun Kuda Api.

Suara.com - Perayaan Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa (17/2/2026) besok jadi awal dimulainya Tahun Kuda Api. Pakar Feng Shui, Yulius Fang menilai tahun ini akan bawa energi kuat, penuh semangat, namun juga berpotensi memicu ambisi berlebihan hingga risiko kelelahan mental.

Yulius menjelaskan kuda api adalah kombinasi dua elemen api, yakni api kecil dan api besar, yang menciptakan energi ekstrem.

“Kuda api sendiri kan adalah kuda yang berelemen api kecil, mewakili api kecil seperti nyala lilin, yang kadang mood swing, tidak stabil, tidak fokus. Kemudian datang bersama api besar seperti matahari yang memberikan semangat dan euforia,” ujar Yulius dalam wawancara khusus dengan Suara.com, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, kombinasi tersebut membuat tahun 2026 dipenuhi antusiasme tinggi, aktivitas masif, serta dorongan untuk bergerak cepat. Tapi ia juga mengingatkan di balik energi positif itu, ada sisi lain yang perlu diwaspadai.

“Karena sangat aktif, muncul ketidaksabaran. Orang tidak mau menunggu lama, agresif, emosional, temperamental, maunya hasil cepat. Mudah muncul sikap FOMO (fear of missing out),” jelasnya.

Fenomena FOMO ini, lanjut Yulius, bisa terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari tren bisnis, investasi, hingga gaya hidup. Ketika satu peluang terlihat menjanjikan, banyak orang terdorong ikut tanpa mempertimbangkan fondasi yang matang.

“Ada yang buka bisnis A, semua pada sibuk mau ikut buka bisnis yang sama. Api itu sifatnya easy come, easy go. Cepat nyala, cepat padam,” katanya.

Ia menggambarkan, di tahun Kuda Api, sesuatu bisa viral dan ramai dalam waktu singkat, tetapi juga cepat meredup. Hal ini berpotensi memicu siklus ambisi tinggi di awal, lalu kehilangan energi di pertengahan atau akhir tahun.

“Orang akan semangat di awalnya, tapi di akhir bisa padam. Karena apinya itu flaming, cepat besar tapi juga cepat habis kalau tidak dijaga,” tambah Yulius.

Baca Juga: 6 Shio Paling Hoki dan Cuan Jelang Imlek, Ada Macan hingga Ayam

Tak hanya soal FOMO, Yulius juga menyoroti risiko burnout atau kelelahan akibat tekanan berlebih. Energi api yang dominan dapat memicu rasa gelisah dan kecemasan.

“Kuda api ini passionate-nya berlebihan. Orang jadi mudah restless, gelisah, anxiety, cemas berlebih,” ungkapnya.

Dalam konteks dunia kerja dan bisnis, tahun ini dinilai sebagai momentum baik untuk peluncuran produk atau inovasi baru karena masyarakat cenderung lebih antusias mencoba hal baru. Namun, ia mengingatkan agar tidak terjebak pada pencitraan semata.

“Api itu kelihatannya megah di luar, terang, wow. Tapi kalau kita pegang, kosong. Jadi tahun ini kelihatannya hebat di luar, tapi bisa saja di dalamnya kosong kalau tidak ada fondasi yang kuat,” ujarnya.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk tidak mudah terpancing tren sesaat. Menjaga kestabilan emosi, memperkuat sistem kerja, serta memastikan kesehatan mental menjadi kunci menghadapi tahun yang dinamis ini.

“Jangan terlalu percaya pada performa luar. Jangan ikut-ikutan. Tahun ini harus bisa mengendalikan diri, bukan dikendalikan hype,” pungkas Yulius.

Load More